DuniaFitnes.com
Pernahkah Anda marah saat seorang pengendara motor tiba-tiba nyelonong memotong jalur Anda di jalan raya? atau di saat Anda memergoki pasangan Anda bersama pria/wanita lain?
Kemarahan adalah bentuk ekspresi yang wajar dan bahkan sehat pada setiap manusia. Namun penting bagi Anda untuk mengendalikan amarah yang meluap-luap dengan cara yang positif. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat membuat seseorang membuat keputusan yang salah dan menjauhkan orang-orang yang dekat dengan kita.
Berikut 8 tip sederhana mengendalikan amarah saat Anda dihadapkan pada situasi yang memancing emosi Anda.
Ambil napas dalam-dalam
Sebelum Anda bereaksi dari situasi yang memancing emosi Anda, ambil waktu sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam dan hitung dari 1-10. Memperlambat reaksi dapat membantu meredakan emosi Anda. Jika perlu, pergi sejenak dari orang-orang yang membuat Anda marah dan ambil tindakan saat amarah Anda mereda.
Pikir dulu sebelum bicara
Saat emosi Anda memuncak, sangat mudah bagi Anda untuk mengeluarkan kata-kata tak sedap yang bisa Anda sesali nantinya. Ambil beberapa saat untuk menata pikiran Anda sebelum mengeluarkan kata-kata dari mulut Anda. Kalau perlu, sampaikan kepada orang-orang di sekitar Anda bahwa Anda sedang marah dan butuh waktu untuk berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.
Selipkan humor
Jika Anda merasa mempunyai selera humor yang cukup untuk mengocok perut rekan Anda, gunakan cara ini untuk meredakan emosi Anda. Amarah memang tidak bisa disembunyikan dari raut muka, tapi dengan sedikit joke yang tepat, amarah Anda akan mereda seiring cairnya suasana.
Catat di buku
Cobalah luapkan emosi Anda pada sebuah buku. Bukan dengan menyobek buku-buku tersebut, melainkan dengan menulis segala bentuk ekspresi Anda pada buku tersebut hingga rasa kesal dan marah Anda berkurang.
Dengarkan musik
Dengarkan musik bernada slow dan harmonis, hal ini bisa membuat kerja otak menjadi stabil. Musik yang tepat dapat membantu pikiran Anda rileks dan memperbaiki mood setelah mengalami luapan emosi.
Ekspresikan dengan berolahraga
Melakukan aktivitas fisik saat amarah Anda memuncak juga baik untuk mengendalikannya. Lakukan olahraga seperti lari, sandsack boxing, atau bodyweight training untuk meredakan emosi Anda. Aktivitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai.
Tidur
Tidur akan membantu Anda mendapatkan suasana hati yang lebih santai. Selain itu, tidur dapat memulihkan tubuh dan meredakan ketegangan. Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah daripada orang yang cukup tidur. Jika Anda merasa sulit tidur, coba untuk mendengarkan alunan musik instrumental, atau mandi dengan air hangat.
Jangan menyimpan dendam
Memaafkan adalah alat yang paling ampuh untuk meredam amarah. Jangan pernah menyimpan dendam terhadap orang yang membuat Anda marah. Jalinlah komunikasi seperti biasa agar hubungan kekerabatan Anda tetap harmonis di masa mendatang.
Yuk, kendalikan amarah dari sekarang! (dan)
Search This Blog
Friday, March 22, 2013
Wednesday, March 20, 2013
(cinta) 7 Aturan Pacaran yang Sudah Ketinggalan Zaman
Oleh The_Stir | Love + Sex
Banyak "peraturan" yang harus Anda ikuti ketika mulai berpacaran. Sayangnya, beberapa peraturan sebenarnya sudah ketinggalan zaman (dan hanya omong kosong). Ini kan sudah bukan lagi tahun 1960-an.
Tanpa banyak basa-basi, saya akan membahas peraturan berpacaran yang sudah basi, menyanggahnya, dan memberikan saran yang lebih baik, terkini, dan alternatif yang lebih bisa diterapkan.
1: Pria yang harus membayar saat sedang jalan-jalan.
Sesekali Andalah yang harus membayar, karena itu akan menunjukkan Anda orang yang kuat dan mandiri.
2: Pria membukakan pintu untuk wanita.
Peraturan Revisi: Buatlah seperti permainan — siapa pun yang berhasil mencapai pintu duluan itu juaranya dan jelas lebih kuat (dan lebih keren).
3: Pria harus menelepon duluan.
Kalau Anda tidak menguntitnya dan meneleponnya 87.264 kali dan langsung menutupnya ketika dia menjawab, TIDAK ADA alasan Anda tidak boleh menelepon dia hanya untuk mengatakan, "Hai."
4: Jual mahal itu seksi.
Jual mahal itu menyebalkan. Pria tidak suka wanita menyebalkan. Tidak berarti Anda harus berubah menjadi penguntitnya, tapi Anda bisa menjelaskan apa yang Anda inginkan dan tidak inginkan dalam sebuah hubungan.
5: Ketika Anda serius berhubungan dengan seseorang, kalian harus selalu bersama.
Anda bukan anak kembar siam. Jadi buat waktu bersama Anda spesial dan jangan biarkan hal itu merusak keseluruhan kehidupan Anda. Jika tidak, mungkin harus dilakukan operasi untuk memisahkan Anda dan pasangan.
6: Kalian berdua tidak punya pengalaman berpacaran sebelumnya dan itu disengaja — kalian berdua menjaga diri untuk calon pasangan hidup.
Tidak ada alasan Anda berpura-pura hidup di dunia kartun Disney dan sedang menunggu pangeran tampan. Bangun, Putri, dan hirup udara abad ke-21! Dekat dengan seseorang beberapa kali dalam hidup Anda bukan hal yang salah. Anda berhak memilih yang terbaik bukan?
7: Malam berpacaran itu Sabtu. Hanya itu.
Sabtu hanyalah hari biasa dan nikmati sesuka Anda — dengan atau tanpa kekasih. Saya sarankan menonton “Monster Truck Rallies,” tapi biasanya itu ditayangkan pada Minggu, kalau televisi saya tidak berbohong.
Banyak "peraturan" yang harus Anda ikuti ketika mulai berpacaran. Sayangnya, beberapa peraturan sebenarnya sudah ketinggalan zaman (dan hanya omong kosong). Ini kan sudah bukan lagi tahun 1960-an.
Tanpa banyak basa-basi, saya akan membahas peraturan berpacaran yang sudah basi, menyanggahnya, dan memberikan saran yang lebih baik, terkini, dan alternatif yang lebih bisa diterapkan.
1: Pria yang harus membayar saat sedang jalan-jalan.
Sesekali Andalah yang harus membayar, karena itu akan menunjukkan Anda orang yang kuat dan mandiri.
2: Pria membukakan pintu untuk wanita.
Peraturan Revisi: Buatlah seperti permainan — siapa pun yang berhasil mencapai pintu duluan itu juaranya dan jelas lebih kuat (dan lebih keren).
3: Pria harus menelepon duluan.
Kalau Anda tidak menguntitnya dan meneleponnya 87.264 kali dan langsung menutupnya ketika dia menjawab, TIDAK ADA alasan Anda tidak boleh menelepon dia hanya untuk mengatakan, "Hai."
4: Jual mahal itu seksi.
Jual mahal itu menyebalkan. Pria tidak suka wanita menyebalkan. Tidak berarti Anda harus berubah menjadi penguntitnya, tapi Anda bisa menjelaskan apa yang Anda inginkan dan tidak inginkan dalam sebuah hubungan.
5: Ketika Anda serius berhubungan dengan seseorang, kalian harus selalu bersama.
Anda bukan anak kembar siam. Jadi buat waktu bersama Anda spesial dan jangan biarkan hal itu merusak keseluruhan kehidupan Anda. Jika tidak, mungkin harus dilakukan operasi untuk memisahkan Anda dan pasangan.
6: Kalian berdua tidak punya pengalaman berpacaran sebelumnya dan itu disengaja — kalian berdua menjaga diri untuk calon pasangan hidup.
Tidak ada alasan Anda berpura-pura hidup di dunia kartun Disney dan sedang menunggu pangeran tampan. Bangun, Putri, dan hirup udara abad ke-21! Dekat dengan seseorang beberapa kali dalam hidup Anda bukan hal yang salah. Anda berhak memilih yang terbaik bukan?
7: Malam berpacaran itu Sabtu. Hanya itu.
Sabtu hanyalah hari biasa dan nikmati sesuka Anda — dengan atau tanpa kekasih. Saya sarankan menonton “Monster Truck Rallies,” tapi biasanya itu ditayangkan pada Minggu, kalau televisi saya tidak berbohong.
(tips) 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Alat Pelurus Rambut
Oleh Puteri Fatia
Alat pelurus rambut merupakan salah satu alat penata rambut yang praktis dan mudah digunakan. Apalagi kini alat tersebut sudah tersedia dalam berbagai variasi yang memudahkan seseorang untuk penggunaan di rumah. Tapi bukan berarti bisa memilih sembarang alat. Salah memilih, bisa jadi rambut Anda terancam rusak.
Lapisan pemanas
Para penata rambut menyarankan untuk tidak memilih pencatok yang memiliki lapisan pemanas besi. Lapisan besi yang panas akan merusak lapisan rambut dengan seketika. Lebih baik pilihlah alat yang terbuat dari atau memiliki lapisan dari bahan keramik.
Keramik sangat mudah di panaskan (rata-rata hanya 30 detik). Namun saat digunakan, bahan keramik tak mentransfer seluruh panasnya ke rambut sekaligus. Fitur ini bisa membantu meminimalisasi kerusakan rambut.
Pengontrol panas
Alat catok yang Anda pilih wajib memiliki pengontrol panas. Fitur ini dapat memudahkan Anda untuk mengatur panas sesuai kebutuhan. Apalagi untuk Anda yang cukup sering menggunakan alat pelurus rambut. Pengaturan panas ini bisa membantu mengurangi kerusakan rambut karena panas yang berlebih.
Ukuran
Sesuaikan ukuran alat catok dengan rambut Anda. Semakin panjang rambut, maka sebaiknya ukuran area panas pada pelurus rambut pun semakin besar. Hal ini akan membuat proses penataan rambut Anda lebih mudah dan nyaman.
Memilih ukuran yang tidak tepat membuat proses pelurusan rambut menjadi tidak efektif dan berisiko menyebabkan luka akibat sentuhan benda panas pada bagian kulit.
Tombol mati otomatis
Sebisa mungkin pilih pelurus rambut yang memiliki tombol mati otomatis. Tombol ini sangat berguna karena bisa menghindari Anda dari kecelakaan fatal. Bisa saja sewaktu-waktu Anda lupa mematikan pelurus rambut saat sedang terburu-buru.
Jika ada tombol mati otomatis, alat pelurus Anda akan mati ketika panasnya sudah maksimal. Tak ada salahnya beriventasi lebih untuk keamanan lingkungan rumah Anda.
Panjang kabel
Panjang kabel juga menjadi pertimbangan penting saat memilih alat pelurus rambut. Panjang kabel dapat memudahkan Anda jika posisi colokan listrik jauh dari tempat rias. Jika tidak, pastikan membeli kabel tambahan yang terpisah sehingga proses pelurusan rambut tetap nyaman.
Garansi
Layaknya membeli alat elektronik yang lain, alat pelurus rambut pun perlu memiliki garansi. Pastikan Anda membeli pelurus rambut yang memiliki garansi asli dari distributor atau pabrik. Jika ada kerusakan, garansi akan sangat menghindari Anda dari kerugian lebih besar.
Friday, March 15, 2013
(kerja) 4 Cara Hidup Sehat Saat di Kantor
Beraktivitas di dalam kantor sering memaksa seseorang untuk hidup tidak sehat. Mulai dari pola makan yang tidak sehat, dan kebiasaan mengemil saat bekerja juga bisa berakibat buruk untuk Anda. Karenanya belajarlah untuk hidup sehat saat di kantor mulai dari sekarang.
Tanpa Anda sadari kebiasaan buruk seperti memakan makanan siap saji bisa mengganggu kesehatan Anda. Jika kesehatan Anda terganggu maka pekerjaan Anda juga tidak akan beres. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sebaiknya ikuti cara hidup sehat di kantor berikut ini.
1. Hindari Mengemil.
Makan makanan ringan seperti keripik, biskuit atau camilan yang lainnya merupakan kebiasaan yang umum saat di tempat kerja. Meski terkadang camilan itu memberi energi lebih, namun camilan juga bisa membuat tubuh Anda menyimpan lemak yang tidak perlu. Kadar garam yang terkandung dalam camilan juga bisa memicu hipertensi.
2. Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi atau Teh.
Kopi dan teh memang menjadi minuman favorit saat bekerja. Selain bisa mencegah rasa ngantuk, kedua minuman tersebut juga memiliki rasa yang enak. Tapi perlu Anda tahu saja minum teh atau kopi sebanyak 2 jam sekali bisa membuat Anda merasa gelisah, mudah marah, dehidrasi, dan dapat mengganggu pola tidur. Jika sebagai teman makan, minum kopi atau teh juga bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh Anda. Jadi hindarilah minum kopi atau teh berlebihan.
3. Banyak Minum Air Mineral.
Meski Anda bekerja di ruangan ber-AC sehingga tidak berkeringat dan haus, sebaiknya tetap minum air mineral untuk mengisi energi dalam tubuh. Tubuh Anda memang bisa beradaptasi terhadap jumlah air yang Anda minum. Minum lebih banyak air setiap harinya, dampaknya akan membuat Anda bolak-balik ke kamar kecil. Namun, jika Anda kurang minum untuk jangka waktu yang panjang akan menyebabkan sembelit, gangguan pencernaan, dehidrasi, peningkatan rasa lapar, dan juga dapat membuat kulit Anda terlihat kusam. Sekarang terserah Anda mau pilih yang mana?
4. Jangan Telat Makan Siang.
Terkadang pekerjaan yang terlalu banyak memaksa Anda untuk kuat menahan lapar saat siang hari. Padahal hal itu hanya akan merusak kerja sistem pencernaan Anda. Apalagi saat siang hari tubuh Anda lebih banyak mengeluarkan energi. Karenanya usahakanlah makan siang tepat pada waktunya agar energi Anda pulih kembali dan Anda akan terhindar dari penyakit mag.
Itulah empat cara hidup sehat di kantor. Jika Anda sudah berhasil menjalani cara tersebut Anda pasti akan lebih bersemangat dan sehat saat bekerja nanti. Selamat mencoba.
Tanpa Anda sadari kebiasaan buruk seperti memakan makanan siap saji bisa mengganggu kesehatan Anda. Jika kesehatan Anda terganggu maka pekerjaan Anda juga tidak akan beres. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sebaiknya ikuti cara hidup sehat di kantor berikut ini.
1. Hindari Mengemil.
Makan makanan ringan seperti keripik, biskuit atau camilan yang lainnya merupakan kebiasaan yang umum saat di tempat kerja. Meski terkadang camilan itu memberi energi lebih, namun camilan juga bisa membuat tubuh Anda menyimpan lemak yang tidak perlu. Kadar garam yang terkandung dalam camilan juga bisa memicu hipertensi.
2. Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi atau Teh.
Kopi dan teh memang menjadi minuman favorit saat bekerja. Selain bisa mencegah rasa ngantuk, kedua minuman tersebut juga memiliki rasa yang enak. Tapi perlu Anda tahu saja minum teh atau kopi sebanyak 2 jam sekali bisa membuat Anda merasa gelisah, mudah marah, dehidrasi, dan dapat mengganggu pola tidur. Jika sebagai teman makan, minum kopi atau teh juga bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh Anda. Jadi hindarilah minum kopi atau teh berlebihan.
3. Banyak Minum Air Mineral.
Meski Anda bekerja di ruangan ber-AC sehingga tidak berkeringat dan haus, sebaiknya tetap minum air mineral untuk mengisi energi dalam tubuh. Tubuh Anda memang bisa beradaptasi terhadap jumlah air yang Anda minum. Minum lebih banyak air setiap harinya, dampaknya akan membuat Anda bolak-balik ke kamar kecil. Namun, jika Anda kurang minum untuk jangka waktu yang panjang akan menyebabkan sembelit, gangguan pencernaan, dehidrasi, peningkatan rasa lapar, dan juga dapat membuat kulit Anda terlihat kusam. Sekarang terserah Anda mau pilih yang mana?
4. Jangan Telat Makan Siang.
Terkadang pekerjaan yang terlalu banyak memaksa Anda untuk kuat menahan lapar saat siang hari. Padahal hal itu hanya akan merusak kerja sistem pencernaan Anda. Apalagi saat siang hari tubuh Anda lebih banyak mengeluarkan energi. Karenanya usahakanlah makan siang tepat pada waktunya agar energi Anda pulih kembali dan Anda akan terhindar dari penyakit mag.
Itulah empat cara hidup sehat di kantor. Jika Anda sudah berhasil menjalani cara tersebut Anda pasti akan lebih bersemangat dan sehat saat bekerja nanti. Selamat mencoba.
(fahion) 5 Cara Mencegah 'Bad Hair Day'
Oleh Puteri Fatia
Mengalami 'bad hair day' memang menyebalkan. Karena tampilan rambut yang buruk, kepercayaan diri pun berkurang dan mood bisa terganggu. Tentu tak ada wanita yang ingin mengalaminya. Berikut beberapa jurus untuk mencegahnya.
Perhatikan kulit kepala
Penyebab 'bad hair day' paling umum adalah kotornya kulit kepala sehingga tampilan rambut menjadi berminyak dan berketombe. Cara mudah untuk mencegahnya adalah dengan memberi perhatian lebih banyak ke kulit kepala.
Saat Anda mencuci rambut, gosoklah kulit kepala secara perlahan dengan ujung jari. Pijatan lembut tak hanya bisa membuat kulit kepala bersih, tapi juga membuat aliran darah di kepala menjadi lancar sehingga nutrisi rambut menyebar dengan rata. Hasilnya rambut pun terlihat lebih mengembang dan berkilau.
Pilih potongan rambut yang sesuai
Potongan rambut sangat memengaruhi tekstur dan tampilan rambut. Misalnya bagi Anda yang memiliki rambut keriting, hindari potongan rambut bob pendek yang rata. Alasannya, rambut keriting Anda akan terlihat berantakan dan kusut.
Lebih baik pilihlah potangan layer, sehingga ombak rambut Anda justru terlihat makin maksimal. Setiap memilih potongan rambut, konsultasikan dulu sebaik-baiknya dengan para ahli. Selalu bayangkan kondisi rambut yang paling buruk ketika memilih potongan rambut.
Jangan keramas setiap hari
Keramas setiap hari akan menghilangkan sebum atau pelembab alami rambut. Hasilnya rambut akan kering kaku dan lebih sulit diatur. Jika tak ingin mengalaminya, biasakan keramas dua atau tiga hari sekali.
Rutin memotong rambut
Memotong ujung-ujung rambut secara rutin, selain dapat mencegah rambut bercabang juga akan membuat model rambut Anda tetap rapi seperti saat pertama kali ditata/dipotong.
Memilih produk
Salah memilih produk perawatan rambut juga bisa mengakibatkan 'bad hair day'. Jangan sembarang coba-coba tanpa survei terlebih dahulu. Kenali dengan baik kebutuhan dan kondisi rambut sebelum bereksperimen dengan produk baru.
Lakukan percobaan pertama di hari libur ketika Anda tak harus banyak keluar rumah. Pastikan semua produk yang Anda pilih bisa membuat rambut dan kulit kepala makin indah dan sehat, bukannya merusak.
Mengalami 'bad hair day' memang menyebalkan. Karena tampilan rambut yang buruk, kepercayaan diri pun berkurang dan mood bisa terganggu. Tentu tak ada wanita yang ingin mengalaminya. Berikut beberapa jurus untuk mencegahnya.
Perhatikan kulit kepala
Penyebab 'bad hair day' paling umum adalah kotornya kulit kepala sehingga tampilan rambut menjadi berminyak dan berketombe. Cara mudah untuk mencegahnya adalah dengan memberi perhatian lebih banyak ke kulit kepala.
Saat Anda mencuci rambut, gosoklah kulit kepala secara perlahan dengan ujung jari. Pijatan lembut tak hanya bisa membuat kulit kepala bersih, tapi juga membuat aliran darah di kepala menjadi lancar sehingga nutrisi rambut menyebar dengan rata. Hasilnya rambut pun terlihat lebih mengembang dan berkilau.
Pilih potongan rambut yang sesuai
Potongan rambut sangat memengaruhi tekstur dan tampilan rambut. Misalnya bagi Anda yang memiliki rambut keriting, hindari potongan rambut bob pendek yang rata. Alasannya, rambut keriting Anda akan terlihat berantakan dan kusut.
Lebih baik pilihlah potangan layer, sehingga ombak rambut Anda justru terlihat makin maksimal. Setiap memilih potongan rambut, konsultasikan dulu sebaik-baiknya dengan para ahli. Selalu bayangkan kondisi rambut yang paling buruk ketika memilih potongan rambut.
Jangan keramas setiap hari
Keramas setiap hari akan menghilangkan sebum atau pelembab alami rambut. Hasilnya rambut akan kering kaku dan lebih sulit diatur. Jika tak ingin mengalaminya, biasakan keramas dua atau tiga hari sekali.
Rutin memotong rambut
Memotong ujung-ujung rambut secara rutin, selain dapat mencegah rambut bercabang juga akan membuat model rambut Anda tetap rapi seperti saat pertama kali ditata/dipotong.
Memilih produk
Salah memilih produk perawatan rambut juga bisa mengakibatkan 'bad hair day'. Jangan sembarang coba-coba tanpa survei terlebih dahulu. Kenali dengan baik kebutuhan dan kondisi rambut sebelum bereksperimen dengan produk baru.
Lakukan percobaan pertama di hari libur ketika Anda tak harus banyak keluar rumah. Pastikan semua produk yang Anda pilih bisa membuat rambut dan kulit kepala makin indah dan sehat, bukannya merusak.
(cinta) 5 Cara Hentikan Pertengkaran Sebelum Bertambah Buruk
By The_Stir | Love + Sex
Pertengkaran merupakan bagian dari setiap hubungan (atau paling tidak memang seharusnya ada). Belajar caranya bertengkar atau tidak setuju secara konstruktif adalah bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah hubungan. Tentu, membanting pintu dan tidak keluar dari kamar selama berjam-jam terdengar sangat lucu, dan ya, menginap di rumah saudara selama sepekan akan membuat Anda nyaman, namun kedua pilihan tersebut hampir tidak memberikan manfaat.
Berikut adalah 5 cara untuk berhenti bertengkar dan mulai berbicara, sebelum semuanya bertambah buruk.
Berbicaralah menggunakan kata "aku"
Ini adalah saran yang sudah kuno, namun bermanfaat. Menggunakan pernyataan dengan kata "aku" dapat membuat Anda terhindar dari perkataan yang membuat Anda menyesal nantinya, seperti, “Kamu sangat malas dan yang kamu kerjakan hanyalah menonton TV!” kemudian gantilah pernyataan itu dengan “Aku merasa terabaikan saat kamu tidak membantuku mengerjakan pekerjaan rumah.” Terasa berbeda bukan?
Hindari sikap kasar
Banyak dari kita mencoba dan menggunakan humor untuk meredakan situasi, memang hebat, hanya saja... Jangan menjadi kasar. Ketegangan masih tinggi, jadi apa yang Anda pikirkan tentang lelucon kasar soal perceraian bisa disalahartikan lewat cara yang salah.
Tidak merespon terkadang menjadi respon terbaik
Saat sedang marah, frustrasi, terluka, atau bahkan lelah, kita bisa dengan cepat tidak terkendali. Ketika Anda sedang tidak setuju dengan pasangan Anda dan merasa Anda akan lepas kendali, ingatlah bahwa terkadang hal terbaik yang perlu dilakukan adalah dengan tidak mengatakan apa pun. Selalu ada hari esok untuk mengatakan apa yang Anda rasakan dengan cara yang membangun ataupun bijaksana, yang langsung ke pokok permasalahan.
Selalu ada hari esok
Terkadang saat kita sedang bertengkar, kita merasa harus mengatakan semua kesalahan, atau melepaskan setiap rasa frustrasi yang kita rasakan sepanjang hubungan, karena kita berpikir bahwa pertengkaran ini merupakan satu-satunya kesempatan yang kita punya untuk mengungkapkan semuanya.
Hal itu tidaklah benar. Mungkin kita memang terbiasa tidak membuang waktu, namun dalam beberapa kasus, Anda perlu menundanya untuk esok. Atau pekan depan. Atau bulan depan. Manfaatkanlah waktu untuk berpikir mengenai apa yang ingin Anda katakan dan apa yang sangat mengganggu Anda, lalu ungkapkanlah (Anda pasti bisa melakukannya) saat Anda dan pasangan sudah siap untuk saling berbicara.
Ambil napas
Saran yang sudah basi. Namun menghirup napas dalam-dalam sebanyak 10 kali, sangatlah membantu Anda.
Pertengkaran merupakan bagian dari setiap hubungan (atau paling tidak memang seharusnya ada). Belajar caranya bertengkar atau tidak setuju secara konstruktif adalah bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah hubungan. Tentu, membanting pintu dan tidak keluar dari kamar selama berjam-jam terdengar sangat lucu, dan ya, menginap di rumah saudara selama sepekan akan membuat Anda nyaman, namun kedua pilihan tersebut hampir tidak memberikan manfaat.
Berikut adalah 5 cara untuk berhenti bertengkar dan mulai berbicara, sebelum semuanya bertambah buruk.
Berbicaralah menggunakan kata "aku"
Ini adalah saran yang sudah kuno, namun bermanfaat. Menggunakan pernyataan dengan kata "aku" dapat membuat Anda terhindar dari perkataan yang membuat Anda menyesal nantinya, seperti, “Kamu sangat malas dan yang kamu kerjakan hanyalah menonton TV!” kemudian gantilah pernyataan itu dengan “Aku merasa terabaikan saat kamu tidak membantuku mengerjakan pekerjaan rumah.” Terasa berbeda bukan?
Hindari sikap kasar
Banyak dari kita mencoba dan menggunakan humor untuk meredakan situasi, memang hebat, hanya saja... Jangan menjadi kasar. Ketegangan masih tinggi, jadi apa yang Anda pikirkan tentang lelucon kasar soal perceraian bisa disalahartikan lewat cara yang salah.
Tidak merespon terkadang menjadi respon terbaik
Saat sedang marah, frustrasi, terluka, atau bahkan lelah, kita bisa dengan cepat tidak terkendali. Ketika Anda sedang tidak setuju dengan pasangan Anda dan merasa Anda akan lepas kendali, ingatlah bahwa terkadang hal terbaik yang perlu dilakukan adalah dengan tidak mengatakan apa pun. Selalu ada hari esok untuk mengatakan apa yang Anda rasakan dengan cara yang membangun ataupun bijaksana, yang langsung ke pokok permasalahan.
Selalu ada hari esok
Terkadang saat kita sedang bertengkar, kita merasa harus mengatakan semua kesalahan, atau melepaskan setiap rasa frustrasi yang kita rasakan sepanjang hubungan, karena kita berpikir bahwa pertengkaran ini merupakan satu-satunya kesempatan yang kita punya untuk mengungkapkan semuanya.
Hal itu tidaklah benar. Mungkin kita memang terbiasa tidak membuang waktu, namun dalam beberapa kasus, Anda perlu menundanya untuk esok. Atau pekan depan. Atau bulan depan. Manfaatkanlah waktu untuk berpikir mengenai apa yang ingin Anda katakan dan apa yang sangat mengganggu Anda, lalu ungkapkanlah (Anda pasti bisa melakukannya) saat Anda dan pasangan sudah siap untuk saling berbicara.
Ambil napas
Saran yang sudah basi. Namun menghirup napas dalam-dalam sebanyak 10 kali, sangatlah membantu Anda.
(cinta) 5 Aturan Hubungan Asmara yang Harus Anda Langgar
By YouBeauty.com
1. Jangan pernah tidur dengan perasaan marah
Waktu terbaik untuk bertengkar adalah ketika Anda lelah dan mudah tersinggung, kan? Um, tidak. "Aliran adrenalin dari pertengkaran dapat mendorong Anda semakin merasa marah," kata Joy Davidson, Ph.D., seorang ahli terapi pasangan di New York City. Dan ada titik di mana otak tidak bisa lagi memproses secara logis dan sebaliknya, emosi mengambil alih. "Saat itulah Anda terbawa emosi marah dan mulai berteriak 'saya ingin bercerai!'" katanya.
Davidson menyarankan Anda berdiskusi dengan pasangan untuk menetapkan batas waktu untuk setiap argumen di masa yang akan datang. Dengan cara demikian, jika Anda sedang berada di tengah-tengah perbincangan yang panas, selalu ingatlah batasan waktu tersebut. "Hal itu lebih seperti berada di sebuah sesi terapi pasangan saat Anda tahu bahwa Anda harus keluar dari sana dalam satu jam," kata Davidson.
Ketika salah satu dari Anda telah menyadari bahwa Anda sudah bertengkar selama, misalnya 45 menit, mulailah menyelesaikannya dengan sebuah pernyataan kesimpulan. Anda bahkan dapat menetapkan waktu selama 15 menit, dan ketika waktunya habis, berhentilah bertengkar!
2. Merencanakan sebuah malam kencan spesial
Setiap artikel percintaan pasti mendorong Anda pergi kencan malam mingguan dan Anda mungkin berpikir bahwa melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan merupakan hal yang diperlukan. Tidak selalu begitu. Merencanakan hal yang luar bisa itu akan membuat Anda tertekan, belum lagi mahal. Siapa yang punya uang untuk membayar satu malam di kota lain ditambah dengan seorang penjaga anak?
Manfaatkan sedikit waktu untuk melakukan kencan mini, seperti yang disarankan oleh Marci Fox, Ph.D., seorang psikolog di Boca Raton, Florida. Pesanlah makanan siap saji setelah anak-anak berada di tempat tidur dan berpelukan di sofa sambil menonton film atau menyelinap keluar dan bertemu untuk makan siang di hari tertentu.
"Baik itu hanya Anda berdua yang berjalan-jalan di sekitar rumah atau duduk di teras belakang sambil melihat matahari terbenam, yang terpenting adalah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli satu sama lain," ujar Fox.
3. Anda harus memberitahu segalanya pada pasangan
Tentu Anda perlu kejujuran dalam suatu hubungan, tapi itu tidak berarti Anda harus memberitahu pasangan Anda segalanya. Anda menabrak mobil lain di tempat parkir? Itu perlu diceritakan. Anda bertemu dengan pria yang pernah Anda sukai sebelum bertemu dengan suami Anda? Itu detail yang tidak perlu Anda ceritakan.
"Dalam generasi orang blak-blakan/Oprah, kita berpikir bahwa kita harus terus mengungkapkan rahasia," kata Sallie Foley, direktur dari University of Michigan Health Certificate Progran dan penulis "Sex Matters For Women." "Namun sebenarnya, beberapa hal sebaiknya tidak dikatakan."
Sebelum memberikan pengakuan, pertimbangkan: Apakah yang saya katakan akan menghantui saya? Apakah yang akan saya ceritakan padanya salah? Apakah ini akan membuat pasangan saya merasa lebih baik atau lebih buruk pada dirinya sendiri? "Kejujuran memang baik, tetapi dengan tidak menyebabkan rasa sakit hati yang tidak perlu, juga hal yang baik," kata Foley. Sehingga saat berada di mall, tatap mata pasangan Anda dan katakan, "Ya, saya kenal dia. Di waktu yang berbeda dalam hidup saya." Lalu pertimbangkan rahasia yang Anda ingin ungkap sebelum memutuskan apakah Anda akan berbagi lebih atau tidak.
4. Jika tidak tidur di satu ranjang yang sama setiap malam, Anda berada dalam masalah
Secara teori, meringkuk di tempat tidur di samping orang yang dicintai adalah formula untuk bisa mendapatkan tidur malam yang sempurna. Namun pada kenyataannya, dua orang dengan kebiasaan yang berbeda dapat membuat malam jadi sangat tidak nyaman dan mengganggu.
Anda mungkin suka membaca di tempat tidur sampai larut malam, tapi suami Anda suka tidur lebih awal. Dia mungkin mendengkur, Anda dapat kesal dan berpaling sepanjang malam. Berpikirlah secara rasional tentang hal ini: Jika Anda mengorbankan tidur malam Anda untuk pasangan yang sedang tidur nyenyak (dan berisik!), kesehatan fisik, emosional, mental dan keseluruhan dari hubungan Anda akan terganggu.
Davidson mengatakan, salah satu dari Anda perlu untuk tidur di tempat lain yang bebas dari masalah, baik itu di ruang tamu atau sofa di ruang keluarga.
5. Anda selalu perlu untuk membicarakan keputusan besar
Meski memandang kehidupan dengan cara yang sama dengan pasangan Anda akan membuat hidup jauh lebih mudah — namun hal itu juga akan sangat membosankan. Anda dan pasangan adalah dua orang yang berbeda, Anda dibesarkan secara berbeda, secara biologis berbeda dan tidak ada dua orang yang melihat segala sesuatu dengan cara yang sama.
"Orang-orang tidak dapat membedakan keharmonisan dengan kemufakatan penuh," kata Foley. "Tapi coba dengar musik — harmoni terdiri dari musik yang berbeda yang digabungkan dengan baik secara bersama-sama," tambahnya.
Keputusan besar membutuhkan kompromi dan kerja sama. Luangkan waktu untuk membicarakannya bersama-sama. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelumnya dan tulis poin yang Anda sepakati dan hal-hal yang mana saja yang Anda tidak setujui. Apakah ada tumpang tindih? Lakukan yang terbaik untuk menemukan jalan tengah yang Anda berdua dapat terima.
1. Jangan pernah tidur dengan perasaan marah
Waktu terbaik untuk bertengkar adalah ketika Anda lelah dan mudah tersinggung, kan? Um, tidak. "Aliran adrenalin dari pertengkaran dapat mendorong Anda semakin merasa marah," kata Joy Davidson, Ph.D., seorang ahli terapi pasangan di New York City. Dan ada titik di mana otak tidak bisa lagi memproses secara logis dan sebaliknya, emosi mengambil alih. "Saat itulah Anda terbawa emosi marah dan mulai berteriak 'saya ingin bercerai!'" katanya.
Davidson menyarankan Anda berdiskusi dengan pasangan untuk menetapkan batas waktu untuk setiap argumen di masa yang akan datang. Dengan cara demikian, jika Anda sedang berada di tengah-tengah perbincangan yang panas, selalu ingatlah batasan waktu tersebut. "Hal itu lebih seperti berada di sebuah sesi terapi pasangan saat Anda tahu bahwa Anda harus keluar dari sana dalam satu jam," kata Davidson.
Ketika salah satu dari Anda telah menyadari bahwa Anda sudah bertengkar selama, misalnya 45 menit, mulailah menyelesaikannya dengan sebuah pernyataan kesimpulan. Anda bahkan dapat menetapkan waktu selama 15 menit, dan ketika waktunya habis, berhentilah bertengkar!
2. Merencanakan sebuah malam kencan spesial
Setiap artikel percintaan pasti mendorong Anda pergi kencan malam mingguan dan Anda mungkin berpikir bahwa melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan merupakan hal yang diperlukan. Tidak selalu begitu. Merencanakan hal yang luar bisa itu akan membuat Anda tertekan, belum lagi mahal. Siapa yang punya uang untuk membayar satu malam di kota lain ditambah dengan seorang penjaga anak?
Manfaatkan sedikit waktu untuk melakukan kencan mini, seperti yang disarankan oleh Marci Fox, Ph.D., seorang psikolog di Boca Raton, Florida. Pesanlah makanan siap saji setelah anak-anak berada di tempat tidur dan berpelukan di sofa sambil menonton film atau menyelinap keluar dan bertemu untuk makan siang di hari tertentu.
"Baik itu hanya Anda berdua yang berjalan-jalan di sekitar rumah atau duduk di teras belakang sambil melihat matahari terbenam, yang terpenting adalah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli satu sama lain," ujar Fox.
3. Anda harus memberitahu segalanya pada pasangan
Tentu Anda perlu kejujuran dalam suatu hubungan, tapi itu tidak berarti Anda harus memberitahu pasangan Anda segalanya. Anda menabrak mobil lain di tempat parkir? Itu perlu diceritakan. Anda bertemu dengan pria yang pernah Anda sukai sebelum bertemu dengan suami Anda? Itu detail yang tidak perlu Anda ceritakan.
"Dalam generasi orang blak-blakan/Oprah, kita berpikir bahwa kita harus terus mengungkapkan rahasia," kata Sallie Foley, direktur dari University of Michigan Health Certificate Progran dan penulis "Sex Matters For Women." "Namun sebenarnya, beberapa hal sebaiknya tidak dikatakan."
Sebelum memberikan pengakuan, pertimbangkan: Apakah yang saya katakan akan menghantui saya? Apakah yang akan saya ceritakan padanya salah? Apakah ini akan membuat pasangan saya merasa lebih baik atau lebih buruk pada dirinya sendiri? "Kejujuran memang baik, tetapi dengan tidak menyebabkan rasa sakit hati yang tidak perlu, juga hal yang baik," kata Foley. Sehingga saat berada di mall, tatap mata pasangan Anda dan katakan, "Ya, saya kenal dia. Di waktu yang berbeda dalam hidup saya." Lalu pertimbangkan rahasia yang Anda ingin ungkap sebelum memutuskan apakah Anda akan berbagi lebih atau tidak.
4. Jika tidak tidur di satu ranjang yang sama setiap malam, Anda berada dalam masalah
Secara teori, meringkuk di tempat tidur di samping orang yang dicintai adalah formula untuk bisa mendapatkan tidur malam yang sempurna. Namun pada kenyataannya, dua orang dengan kebiasaan yang berbeda dapat membuat malam jadi sangat tidak nyaman dan mengganggu.
Anda mungkin suka membaca di tempat tidur sampai larut malam, tapi suami Anda suka tidur lebih awal. Dia mungkin mendengkur, Anda dapat kesal dan berpaling sepanjang malam. Berpikirlah secara rasional tentang hal ini: Jika Anda mengorbankan tidur malam Anda untuk pasangan yang sedang tidur nyenyak (dan berisik!), kesehatan fisik, emosional, mental dan keseluruhan dari hubungan Anda akan terganggu.
Davidson mengatakan, salah satu dari Anda perlu untuk tidur di tempat lain yang bebas dari masalah, baik itu di ruang tamu atau sofa di ruang keluarga.
5. Anda selalu perlu untuk membicarakan keputusan besar
Meski memandang kehidupan dengan cara yang sama dengan pasangan Anda akan membuat hidup jauh lebih mudah — namun hal itu juga akan sangat membosankan. Anda dan pasangan adalah dua orang yang berbeda, Anda dibesarkan secara berbeda, secara biologis berbeda dan tidak ada dua orang yang melihat segala sesuatu dengan cara yang sama.
"Orang-orang tidak dapat membedakan keharmonisan dengan kemufakatan penuh," kata Foley. "Tapi coba dengar musik — harmoni terdiri dari musik yang berbeda yang digabungkan dengan baik secara bersama-sama," tambahnya.
Keputusan besar membutuhkan kompromi dan kerja sama. Luangkan waktu untuk membicarakannya bersama-sama. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelumnya dan tulis poin yang Anda sepakati dan hal-hal yang mana saja yang Anda tidak setujui. Apakah ada tumpang tindih? Lakukan yang terbaik untuk menemukan jalan tengah yang Anda berdua dapat terima.
Subscribe to:
Posts (Atom)