Oleh Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Berbagai penelitian dan literatur asing ternyata kebiasaan sarapan akan mampu mencegah terjadinya obesitas atau kegemukan seseorang.
Seseorang yang tidak makan pagi akan membalasnya dengan mengonsumsi makanan yang berlebihan saat siang hari.
"Nanti saat sore, malam hingga menjelang tidur akan terus makan lagi sehingga menyebabkan terjadi kegemukan," ucap Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dalam simposium “Start Your Day With Nutritious Whole Grain Breakfast” yang diselenggarakan NestlĂ© di Hotel Atlet Century Senayan Jakarta, Sabtu (16/6/2012).
Dikatakan, berdasarkan berbagai penelitian dengan jumlah sampel 20-3500 orang, 20-55 persen diantaranya tidak sarapan.
"Yang menarik data nasional Riskesda 2010, 35 ribu sekolah untuk anak usai 6-12 th, sebanyak 26,1 persen bukan sarapan nasi tapi minum saja baik minum putih, teh, susu (2,5 persen)," paparnya.
Penelitian yang dilakukan Kompas juga menunjukan 30 persen orang tidak sarapan sarapan sehari sementara yang kadang-kadang dan sarapan 70 persen.
Celakanya tidak semua orang yang sarapan mengonsumsi makanan yang berkualitas yakni sebanyak 45 persen yang diteliti mengonsumsi makanan yang kurang berkualitas.
Hardinsyah menjelaskan, banyak manfaat dari sarapan ini. Pertama adalah meningkatkan fungsi otak untuk mengingat, menjaga stamina tetap baik dan menjaga ketahanan fisik. (Eko Sutriyanto)
Search This Blog
Tuesday, August 5, 2014
(keuangan) Jangan Terlena Pertumbuhan Ekonomi
Oleh Herry Gunawan
Pidato para pemimpin negeri ini, baik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, mencoba melenakan masyarakat. Angka statistik pertumbuhan mereka jadikan andalan untuk menebar iming-iming bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terkuat ke-10 di dunia. Entahlah.
Ketika menyampaikan Nota Keuangan 2013 belum lama ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan tahun depan mencapai 6,8 persen. Tampaknya konsumsi masih menjadi andalan, mengingat belanja pegawai masih lebih tinggi ketimbang belanja modal.
Sekadar mengingatkan, belanja pegawai tahun depan yang naik dari Rp 212 triliun menjadi Rp 241 triliun merupakan anggaran yang dikeluarkan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil atau aparatur negara, baik dalam bentuk uang maupun barang. Ini di luar belanja barang (maupun jasa), seperti perjalanan dinas, seminar atau belanja barang operasional dan lain-lain yang sejenis, yang mencapai Rp 159 triliun.
Sementara belanja modal seperti untuk pembangunan infrastruktur lebih sedikit, yaitu dari Rp 168 triliun pada tahun ini menjadi Rp 193 triliun. Mungkin pemerintah berpikir pengeluaran untuk aparat negara jauh lebih penting ketimbang infrastruktur.
Sejatinya, Sri Mulyani, Direktur Pelaksana Bank Dunia saat berkunjung ke Indonesia pada Juli lalu sudah mengingatkan pemerintah agar berinvestasi pada infrastruktur dan meningkatkan produktivitas. Tampaknya peringatan Sri tidak digubris.
Pemerintah memiliki pertimbangan lain. Mungkin ini jalan yang ingin ditempuh oleh pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan perekonomian 10 besar terkuat di dunia.
Tetapi ada satu pertanyaan mendasar yang tak kalah penting: kekuatan ekonomi dan pertumbuhan itu untuk siapa sebenarnya? Siapa yang menikmati?
Seakan pemerintah melupakan data ketimpangan pendapatan yang makin dalam di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, pertumbuhan hanya dinikmati 20 persen penduduk negeri ini atau mereka yang menyandang predikat orang kaya. Sementara penduduk dengan kategori pendapatan terendah, jatahnya makin turun dari tahun ke tahun.
Bahkan data BPS itu juga mencatat, indeks GINI Indonesia 2011, terbesar sepanjang sejarah, yaitu 0,41 — setidaknya sejak 1999 seperti tercatat di data BPS. Indeks ini memperlihatkan ketimpangan antara penduduk dengan pendapatan terendah (jumlahnya 40 persen) dengan pendapatan terbesar (20 persen) makin lebar. Pendapatan makin timpang.
Selama bertahun-tahun, indeks GINI Indonesia ada di kisaran angka 0,31 pada 1999 dan menjadi 0,38 pada 2010. Tidak menurunnya indeks ketimpangan ini sudah memperlihatkan bahwa perputaran kue ekonomi, secara komposisi dan prioritas mengatasi kesenjangan, tidak pernah ada perbaikan. Masih bermuara di lingkungan kelompok berpendapatan tertinggi.
Bahkan angka ketimpangan ini tidak pernah disentuh sedikit pun — mungkin malah tak diurus — dalam setiap tebar pesona Presiden SBY maupun Hatta Rajasa. Para petinggi negeri lebih suka mendeklarasikan kehebatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh konsumsi itu. Sebuah hal yang umum terjadi di negara dengan jumlah penduduk besar.
Sementara itu, angka ketimpangan tersimpan rapi di bawah meja. Mungkin lantaran pura-pura dilupakan, kesenjangan pun makin dalam.
Data BPS lebih rinci mengumbar penguasaan pendapatan ini yang rasanya bikin makin miris. Persentase penguasaan ekonomi oleh 20 persen orang berpendapatan terbesar terus naik. Jika pada 2007 penguasaannya masih 44,79 persen dari total pendapatan nasional, tahun lalu sudah 48,42 persen.
Lalu berapa yang dikuasai oleh 40 persen masyarakat dengan pendapatan terendah? Jelas makin menurun. Pada 2007, penguasaaanya masih 19,1 persen. Sedangkan tahun lalu sudah tergerus dan tersisa 16,85 persen.
Kesenjangan antara kaya dan miskin yang makin lebar ini memperlihatkan tidak meratanya kue pembangunan di Indonesia. Distribusi aset ekonomi hanya terpusat pada kelompok kecil masyarakat yang tergolong berpendapatan sangat tinggi.
Penguasaan aset ekonomi masyarakat di luar kelompok pendapatan terbesar makin tergerus. Baik kelompok masyarakat dengan pendapatan terendah maupun masyarakat berpendapatan sedang yang jumlahnya masing-masing 40 persen.
Jadi yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpuruk. Karena itu, sungguh menjadi pertanyaan besar, mengapa pemerintah begitu bangga dengan ekonomi yang semakin timpang ini?
Joseph E. Stiglitz, penerima Nobel Ekonomi mengingatkan, ketimpangan ekonomi itu sesungguhnya telah meruntuhkan demokrasi. “Meremehkan prinsip dasar setiap satu orang punya satu suara,” ujarnya dalam wawancara dengan Rolling Stones, Juni 2012.
Pidato para pemimpin negeri ini, baik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, mencoba melenakan masyarakat. Angka statistik pertumbuhan mereka jadikan andalan untuk menebar iming-iming bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terkuat ke-10 di dunia. Entahlah.
Ketika menyampaikan Nota Keuangan 2013 belum lama ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan tahun depan mencapai 6,8 persen. Tampaknya konsumsi masih menjadi andalan, mengingat belanja pegawai masih lebih tinggi ketimbang belanja modal.
Sekadar mengingatkan, belanja pegawai tahun depan yang naik dari Rp 212 triliun menjadi Rp 241 triliun merupakan anggaran yang dikeluarkan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil atau aparatur negara, baik dalam bentuk uang maupun barang. Ini di luar belanja barang (maupun jasa), seperti perjalanan dinas, seminar atau belanja barang operasional dan lain-lain yang sejenis, yang mencapai Rp 159 triliun.
Sementara belanja modal seperti untuk pembangunan infrastruktur lebih sedikit, yaitu dari Rp 168 triliun pada tahun ini menjadi Rp 193 triliun. Mungkin pemerintah berpikir pengeluaran untuk aparat negara jauh lebih penting ketimbang infrastruktur.
Sejatinya, Sri Mulyani, Direktur Pelaksana Bank Dunia saat berkunjung ke Indonesia pada Juli lalu sudah mengingatkan pemerintah agar berinvestasi pada infrastruktur dan meningkatkan produktivitas. Tampaknya peringatan Sri tidak digubris.
Pemerintah memiliki pertimbangan lain. Mungkin ini jalan yang ingin ditempuh oleh pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan perekonomian 10 besar terkuat di dunia.
Tetapi ada satu pertanyaan mendasar yang tak kalah penting: kekuatan ekonomi dan pertumbuhan itu untuk siapa sebenarnya? Siapa yang menikmati?
Seakan pemerintah melupakan data ketimpangan pendapatan yang makin dalam di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, pertumbuhan hanya dinikmati 20 persen penduduk negeri ini atau mereka yang menyandang predikat orang kaya. Sementara penduduk dengan kategori pendapatan terendah, jatahnya makin turun dari tahun ke tahun.
Bahkan data BPS itu juga mencatat, indeks GINI Indonesia 2011, terbesar sepanjang sejarah, yaitu 0,41 — setidaknya sejak 1999 seperti tercatat di data BPS. Indeks ini memperlihatkan ketimpangan antara penduduk dengan pendapatan terendah (jumlahnya 40 persen) dengan pendapatan terbesar (20 persen) makin lebar. Pendapatan makin timpang.
Selama bertahun-tahun, indeks GINI Indonesia ada di kisaran angka 0,31 pada 1999 dan menjadi 0,38 pada 2010. Tidak menurunnya indeks ketimpangan ini sudah memperlihatkan bahwa perputaran kue ekonomi, secara komposisi dan prioritas mengatasi kesenjangan, tidak pernah ada perbaikan. Masih bermuara di lingkungan kelompok berpendapatan tertinggi.
Bahkan angka ketimpangan ini tidak pernah disentuh sedikit pun — mungkin malah tak diurus — dalam setiap tebar pesona Presiden SBY maupun Hatta Rajasa. Para petinggi negeri lebih suka mendeklarasikan kehebatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh konsumsi itu. Sebuah hal yang umum terjadi di negara dengan jumlah penduduk besar.
Sementara itu, angka ketimpangan tersimpan rapi di bawah meja. Mungkin lantaran pura-pura dilupakan, kesenjangan pun makin dalam.
Data BPS lebih rinci mengumbar penguasaan pendapatan ini yang rasanya bikin makin miris. Persentase penguasaan ekonomi oleh 20 persen orang berpendapatan terbesar terus naik. Jika pada 2007 penguasaannya masih 44,79 persen dari total pendapatan nasional, tahun lalu sudah 48,42 persen.
Lalu berapa yang dikuasai oleh 40 persen masyarakat dengan pendapatan terendah? Jelas makin menurun. Pada 2007, penguasaaanya masih 19,1 persen. Sedangkan tahun lalu sudah tergerus dan tersisa 16,85 persen.
Kesenjangan antara kaya dan miskin yang makin lebar ini memperlihatkan tidak meratanya kue pembangunan di Indonesia. Distribusi aset ekonomi hanya terpusat pada kelompok kecil masyarakat yang tergolong berpendapatan sangat tinggi.
Penguasaan aset ekonomi masyarakat di luar kelompok pendapatan terbesar makin tergerus. Baik kelompok masyarakat dengan pendapatan terendah maupun masyarakat berpendapatan sedang yang jumlahnya masing-masing 40 persen.
Jadi yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpuruk. Karena itu, sungguh menjadi pertanyaan besar, mengapa pemerintah begitu bangga dengan ekonomi yang semakin timpang ini?
Joseph E. Stiglitz, penerima Nobel Ekonomi mengingatkan, ketimpangan ekonomi itu sesungguhnya telah meruntuhkan demokrasi. “Meremehkan prinsip dasar setiap satu orang punya satu suara,” ujarnya dalam wawancara dengan Rolling Stones, Juni 2012.
Monday, August 4, 2014
(anak) Ini lho Rahasianya agar Anak Anda Cerdas & Pintar
DuniaFitnes.com
Orang tua mana yang tidak ingin anak-anaknya cerdas dan pintar? Tentu semua orang tua menginginkannya. Tapi terkadang banyak orang tua yang bingung, cara apa yang harus ditempuh untuk meningkatkan kecerdasan anak-anaknya.
Ini-lho-Rahasianya-agar-Anak-Anda-Cerdas-&-Pintar
Sekolah dan tempat pendidikan bukanlah satu-satunya tempat yang bisa mencerdaskan otak anak Anda. Ada faktor-faktor lain yang turut memepengaruhi tingkat kecerdasan si buah hati.
Nah, berikut 6 hal yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan tingkat kecerdasan anak-anak Anda baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial.
ASI Eksklusif
Jika Anda memiliki buah hati yang masih bayi, berarti peluang Anda untuk meningkatkan kecerdasan anak Anda masih terbuka lebar. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kecerdasan bayi adalah dengan memberinya ASI eksklusif selama 9 bulan.
Sebuah studi di Denmark mengungkap bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif selama 9 bulan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan lebih cerdas dari bayi yang hanya mendapatkan ASI satu bulan atau kurang.
Cukupi Gizinya
Ajarkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini, seperti tindak memberi buah hati makanan-makanan junk food dan menggantinya dengan sayuran serta buah-buahan segar. Di masa pertumbuhan, otak anak Anda membutuhkan nutrisi penting, seperti asam lemak Omega-3 yang bisa didapatkan dari ikan. Beberapa studi membuktikan bahwa anak-anak yang gemar menyantap ikan seperti, tuna, salmon, dan cod, memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam ujian.
Kenalkan Musik
University of Toronto menyebutkan bahwa memperkenalkan musik kepada anak bisa menjadi langkah yang tepat untuk melatih kemampuan otak kanan. Mereka juga menyatakan bahwa anak-anak yang bermain musik memiliki kemajuan yang pesat dalam IQ dan kemampuan akademik saat mereka menginjak usia remaja.
Kenalkan Olahraga
Tim peneliti dari University of Illinois membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara kebugaran fisik dengan prestasi akademik anak-anak. Secara umum aktivitas fisik saat berolahraga berkaitan erat dengan prestasi belajar anak-anak. Meningkatnya aliran darah dan oksigen ke otak saat berolahraga dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat mengerjakan soal-soal ujian.
Biasakan Sarapan
Ini adalah kebiasaan kecil yang masih sering diabaikan oleh apra orang tua. Membiasakan anak sarapan dapat meningkatkan memori dan konsentrasi saat belajar. Anak-anak yang tidak terbiasa sarapan akan cepat lelah dan sulit berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diterimanya. Ini berhubungan dengan asupan gizi yang tidak ia dapatkan di pagi hari, sehingga pada siang hari kemampuan otaknya menjadi menurun
Budayakan Membaca
Membaca baik untuk segala usia, termasuk anak-anak. Membaca merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan perkembangan kognitif anak-anak. Menurut Paul C. Burns, Betty D. Roe & Elinor P. Ross, pakar pendidikan anak dari Amerika Serikat, ada delapan aspek yang bekerja saat anak-anak terbiasa membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, dan afeksi, di mana semua aspek tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan dan kemampuan otak anak.
So, jika Anda menginginkan anak-anak yang cerdas dan pintar, Anda sudah tahu rahasianya. (dan)
Orang tua mana yang tidak ingin anak-anaknya cerdas dan pintar? Tentu semua orang tua menginginkannya. Tapi terkadang banyak orang tua yang bingung, cara apa yang harus ditempuh untuk meningkatkan kecerdasan anak-anaknya.
Ini-lho-Rahasianya-agar-Anak-Anda-Cerdas-&-Pintar
Sekolah dan tempat pendidikan bukanlah satu-satunya tempat yang bisa mencerdaskan otak anak Anda. Ada faktor-faktor lain yang turut memepengaruhi tingkat kecerdasan si buah hati.
Nah, berikut 6 hal yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan tingkat kecerdasan anak-anak Anda baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial.
ASI Eksklusif
Jika Anda memiliki buah hati yang masih bayi, berarti peluang Anda untuk meningkatkan kecerdasan anak Anda masih terbuka lebar. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kecerdasan bayi adalah dengan memberinya ASI eksklusif selama 9 bulan.
Sebuah studi di Denmark mengungkap bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif selama 9 bulan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan lebih cerdas dari bayi yang hanya mendapatkan ASI satu bulan atau kurang.
Cukupi Gizinya
Ajarkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini, seperti tindak memberi buah hati makanan-makanan junk food dan menggantinya dengan sayuran serta buah-buahan segar. Di masa pertumbuhan, otak anak Anda membutuhkan nutrisi penting, seperti asam lemak Omega-3 yang bisa didapatkan dari ikan. Beberapa studi membuktikan bahwa anak-anak yang gemar menyantap ikan seperti, tuna, salmon, dan cod, memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam ujian.
Kenalkan Musik
University of Toronto menyebutkan bahwa memperkenalkan musik kepada anak bisa menjadi langkah yang tepat untuk melatih kemampuan otak kanan. Mereka juga menyatakan bahwa anak-anak yang bermain musik memiliki kemajuan yang pesat dalam IQ dan kemampuan akademik saat mereka menginjak usia remaja.
Kenalkan Olahraga
Tim peneliti dari University of Illinois membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara kebugaran fisik dengan prestasi akademik anak-anak. Secara umum aktivitas fisik saat berolahraga berkaitan erat dengan prestasi belajar anak-anak. Meningkatnya aliran darah dan oksigen ke otak saat berolahraga dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat mengerjakan soal-soal ujian.
Biasakan Sarapan
Ini adalah kebiasaan kecil yang masih sering diabaikan oleh apra orang tua. Membiasakan anak sarapan dapat meningkatkan memori dan konsentrasi saat belajar. Anak-anak yang tidak terbiasa sarapan akan cepat lelah dan sulit berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diterimanya. Ini berhubungan dengan asupan gizi yang tidak ia dapatkan di pagi hari, sehingga pada siang hari kemampuan otaknya menjadi menurun
Budayakan Membaca
Membaca baik untuk segala usia, termasuk anak-anak. Membaca merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan perkembangan kognitif anak-anak. Menurut Paul C. Burns, Betty D. Roe & Elinor P. Ross, pakar pendidikan anak dari Amerika Serikat, ada delapan aspek yang bekerja saat anak-anak terbiasa membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, dan afeksi, di mana semua aspek tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan dan kemampuan otak anak.
So, jika Anda menginginkan anak-anak yang cerdas dan pintar, Anda sudah tahu rahasianya. (dan)
(kesehatan) Ini lho Cara Memasak Sehat Biar Panjang Umur
DuniaFitnes.com
Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk membuat masakan sehat bagi keluarga. Memasak sehat tidak berarti harus menjadi seorang koki ahli atau menginvestasikan uang Anda pada peralatan masak yang mahal. Anda dapat menggunakan teknik-teknik dasar memasak untuk menyiapkan makanan dengan cara yang sehat.
Ini-lho-Cara-Memasak-Sehat-Biar-Panjang-Umur
Proses memasak yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan seperti mencegah serangan penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membuka peluang untuk hidup lebih lama.
Berikut ini adalah cara memasak dan mengolah makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan Anda.
Baking
Selain roti dan makanan pencuci mulut, Anda dapat memanggang (baking) makanan laut, ayam, daging, sayuran dan buah-buahan. Untuk memanggang, taruh makanan di dalam panci atau diatas piring dan masukkan ke dalam oven. Anda dapat memasaknya dalam keadaan tertutup. Baking pada umumnya tidak memerlukan penambahan minyak atau lemak dalam makanan.
Braising
Braising biasanya didahului dengan proses perendaman makanan ke dalam bumbu terlebih dahulu, kemudian tambahkan sedikit air, masak dalam keadaan tertutup dengan api yang kecil.
Grilling dan Broiling
Grilling adalah proses memasak bahan makanan dengan menggunakan panas api yang tinggi dan langsung. Untuk grill di luar ruangan, taruh makanan pada rak grill diatas sumber api. Untuk makanan yang kecil seperti sayuran cincang, gunakan foil atau keranjang panggang bergagang panjang untuk mencegah potongan-potongan sayuran tergelincir jatuh melalui sela-sela rak. Untuk broil dalam ruangan, taruh makanan pada rak broil dibawah sumber panas. Kedua metode ini memungkinkan lemak menetes dari makanan.
Poaching
Untuk merebus makanan, didihkan bumbu dengan api yang kecil dalam air atau cairan beraroma seperti kaldu, cuka atau jus, lalu masukan makanan, biarkan sampai mereka matang dan empuk. Dengan cara ini makanan akan mempertahankan bentuknya saat dimasak. Pilih panci tertutup yang paling sesuai dengan ukuran dan bentuk makanan, sehingga dapat meminimalkan jumlah cairan yang digunakan.
Roasting
Seperti pada baking, tetapi biasanya dengan suhu yang lebih tinggi. Prinsip dari roasting ini adalah membuat makanan menjadi kering dan matang dengan menggunakan oven. Berapa lamanya memanggang tergantung dari besar kecilnya bahan makanan. Kadang Anda perlu memoles makanan Anda untuk menjaganya agar tidak kering.
Sauteing
Sauteing adalah memasak cepat pada makanan-makanan yang relatif kecil atau tipis. Jika Anda memilih menggunakan penggorengan anti lengket yang berkualitas maka Anda dapat memasaknya tanpa menggunakan minyak atau lemak. Pada resep tertentu, gunakan kaldu rendah sodium, cooking spray atau air sebagai pengganti minyak.
Steaming
Mengukus atau steaming adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Meskipun bahan makanan tidak berhubungan atau kontak langsung dengan air mendidih namun masih tetap termasuk dalam teknik memasak basah. Karena bahan makanan tidak bersentuhan langsung dengan air maka gizi yang terkandung tidak akan banyak yang hilang.
Stir-Frying
Sebuah metode memasak tradisional Asia, stir-frying adalah menumis cepat makanan-makanan berukuran kecil dan seragam dengan menggunakan wajan atau penggorengan anti lengket yang besar. Metode ini hanya membutuhkan sedikit minyak sehingga relatif aman untuk kesehatan, apalagi jika menggunakan minyak dengan kandungan lemak tak jenuh, seperti minyak canola.
Gunakan Bumbu dan Rempah-rempah Alami
Membuat makanan dengan menggunakan bumbu dan rempah-rempah adalah salah satu cara terbaik untuk menambah warna, rasa dan aroma pada makanan tanpa menambahkan garam, minyak atau kaldu yang tinggi lemak. Pilih rempah-rempah segar yang terlihat cerah dan tidak layu, dan tambahkan pada akhir memasak. Rempah-rempah kering digunakan pada tahap awal memasak. Ketika ingin mengganti yang kering dengan yang segar, gunakan sekitar sepertiga dari jumlah tersebut. (dan)
Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk membuat masakan sehat bagi keluarga. Memasak sehat tidak berarti harus menjadi seorang koki ahli atau menginvestasikan uang Anda pada peralatan masak yang mahal. Anda dapat menggunakan teknik-teknik dasar memasak untuk menyiapkan makanan dengan cara yang sehat.
Ini-lho-Cara-Memasak-Sehat-Biar-Panjang-Umur
Proses memasak yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan seperti mencegah serangan penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membuka peluang untuk hidup lebih lama.
Berikut ini adalah cara memasak dan mengolah makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan Anda.
Baking
Selain roti dan makanan pencuci mulut, Anda dapat memanggang (baking) makanan laut, ayam, daging, sayuran dan buah-buahan. Untuk memanggang, taruh makanan di dalam panci atau diatas piring dan masukkan ke dalam oven. Anda dapat memasaknya dalam keadaan tertutup. Baking pada umumnya tidak memerlukan penambahan minyak atau lemak dalam makanan.
Braising
Braising biasanya didahului dengan proses perendaman makanan ke dalam bumbu terlebih dahulu, kemudian tambahkan sedikit air, masak dalam keadaan tertutup dengan api yang kecil.
Grilling dan Broiling
Grilling adalah proses memasak bahan makanan dengan menggunakan panas api yang tinggi dan langsung. Untuk grill di luar ruangan, taruh makanan pada rak grill diatas sumber api. Untuk makanan yang kecil seperti sayuran cincang, gunakan foil atau keranjang panggang bergagang panjang untuk mencegah potongan-potongan sayuran tergelincir jatuh melalui sela-sela rak. Untuk broil dalam ruangan, taruh makanan pada rak broil dibawah sumber panas. Kedua metode ini memungkinkan lemak menetes dari makanan.
Poaching
Untuk merebus makanan, didihkan bumbu dengan api yang kecil dalam air atau cairan beraroma seperti kaldu, cuka atau jus, lalu masukan makanan, biarkan sampai mereka matang dan empuk. Dengan cara ini makanan akan mempertahankan bentuknya saat dimasak. Pilih panci tertutup yang paling sesuai dengan ukuran dan bentuk makanan, sehingga dapat meminimalkan jumlah cairan yang digunakan.
Roasting
Seperti pada baking, tetapi biasanya dengan suhu yang lebih tinggi. Prinsip dari roasting ini adalah membuat makanan menjadi kering dan matang dengan menggunakan oven. Berapa lamanya memanggang tergantung dari besar kecilnya bahan makanan. Kadang Anda perlu memoles makanan Anda untuk menjaganya agar tidak kering.
Sauteing
Sauteing adalah memasak cepat pada makanan-makanan yang relatif kecil atau tipis. Jika Anda memilih menggunakan penggorengan anti lengket yang berkualitas maka Anda dapat memasaknya tanpa menggunakan minyak atau lemak. Pada resep tertentu, gunakan kaldu rendah sodium, cooking spray atau air sebagai pengganti minyak.
Steaming
Mengukus atau steaming adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Meskipun bahan makanan tidak berhubungan atau kontak langsung dengan air mendidih namun masih tetap termasuk dalam teknik memasak basah. Karena bahan makanan tidak bersentuhan langsung dengan air maka gizi yang terkandung tidak akan banyak yang hilang.
Stir-Frying
Sebuah metode memasak tradisional Asia, stir-frying adalah menumis cepat makanan-makanan berukuran kecil dan seragam dengan menggunakan wajan atau penggorengan anti lengket yang besar. Metode ini hanya membutuhkan sedikit minyak sehingga relatif aman untuk kesehatan, apalagi jika menggunakan minyak dengan kandungan lemak tak jenuh, seperti minyak canola.
Gunakan Bumbu dan Rempah-rempah Alami
Membuat makanan dengan menggunakan bumbu dan rempah-rempah adalah salah satu cara terbaik untuk menambah warna, rasa dan aroma pada makanan tanpa menambahkan garam, minyak atau kaldu yang tinggi lemak. Pilih rempah-rempah segar yang terlihat cerah dan tidak layu, dan tambahkan pada akhir memasak. Rempah-rempah kering digunakan pada tahap awal memasak. Ketika ingin mengganti yang kering dengan yang segar, gunakan sekitar sepertiga dari jumlah tersebut. (dan)
(info) Ini Kebiasaan yang Salah Keluarga Indonesia soal Kebersihan
Oleh Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah menjadi kebiasaan, ruang yang sering dilihat banyak orang lain justru paling sering dibersihkan. Meski tidak salah, kebiasaan itu tidaklah tepat karena seharusnya wilayah dapurlah yang seharusnya menjadi prioritas.
"Survey yang dilakukan menunjukkan memang keluarga Indonesia sudah mengetahui manfaat kebersihan rumah tapi sayangnya tidak melakukan secara benar. Biasanya yang dibersihkan terlebih dahulu prioritasnya yang dilihat orang, padahal itu salah. Yang benar pembersihan harus dimulai dari dapur," papar Yunadi Aulia Desmawan, Brand Manager Consumer & Office Business 3 M, saat kampanye "Rumah Bersih Terawat, Keluargaku Sehat" yang diadakan oleh Scotch-BriteTM, Minggu (23/6/2012).
Dapur menjadi salah satu tempat sumber kuman sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. "Ironisnya dapur juga menjadi tempat makanan dibuat. Kalaupun sering dibersihkan tapi hanya asal-asalan karena nanti juga akan kotor lagi," paparnya.
Untuk menciptakan dapur yang bebas kuman, pembersihan harus dilakukan setiap hari. Nah, celakanya meski dapur sudah bersih, masih ada kebiasaan lain yang kurang tepat yakni tempat sampah biasanya dalam posisi terbuka. "Seharusnya enggak sampah yang dibuang harus dalam kondisi ditutup," katanya.
Berkaitan dengan penggunaan mencuci alat dapur juga sering salah kaprah. "Biasanya menggunakan spon yang halus padahal itu enggak punya daya gosok. Kondisi ini menyebabkan bakteri muncul lagi. Jadi seharusnya pakai yang warna hijau," katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan untuk merendam spon juga harus dihilangkan karena dengan direndam justru mengundang bakteri, ditandai dengan bau. "Sebaiknya dicuci dan dikeringkan dengan digantung. Jadi intinya dibersihkan tiap hari," katanya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah menjadi kebiasaan, ruang yang sering dilihat banyak orang lain justru paling sering dibersihkan. Meski tidak salah, kebiasaan itu tidaklah tepat karena seharusnya wilayah dapurlah yang seharusnya menjadi prioritas.
"Survey yang dilakukan menunjukkan memang keluarga Indonesia sudah mengetahui manfaat kebersihan rumah tapi sayangnya tidak melakukan secara benar. Biasanya yang dibersihkan terlebih dahulu prioritasnya yang dilihat orang, padahal itu salah. Yang benar pembersihan harus dimulai dari dapur," papar Yunadi Aulia Desmawan, Brand Manager Consumer & Office Business 3 M, saat kampanye "Rumah Bersih Terawat, Keluargaku Sehat" yang diadakan oleh Scotch-BriteTM, Minggu (23/6/2012).
Dapur menjadi salah satu tempat sumber kuman sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. "Ironisnya dapur juga menjadi tempat makanan dibuat. Kalaupun sering dibersihkan tapi hanya asal-asalan karena nanti juga akan kotor lagi," paparnya.
Untuk menciptakan dapur yang bebas kuman, pembersihan harus dilakukan setiap hari. Nah, celakanya meski dapur sudah bersih, masih ada kebiasaan lain yang kurang tepat yakni tempat sampah biasanya dalam posisi terbuka. "Seharusnya enggak sampah yang dibuang harus dalam kondisi ditutup," katanya.
Berkaitan dengan penggunaan mencuci alat dapur juga sering salah kaprah. "Biasanya menggunakan spon yang halus padahal itu enggak punya daya gosok. Kondisi ini menyebabkan bakteri muncul lagi. Jadi seharusnya pakai yang warna hijau," katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan untuk merendam spon juga harus dihilangkan karena dengan direndam justru mengundang bakteri, ditandai dengan bau. "Sebaiknya dicuci dan dikeringkan dengan digantung. Jadi intinya dibersihkan tiap hari," katanya.
(kulit) Duh, BBQ Bikin Keriput
Oleh Innes
Ghiboo.com - BBQ-an (acara panggangan) memang menjadi cara asyik saat berkumpul bersama keluarga atau teman. Sayangnya, makanan yang dibakar justru mempercepat penuaan kulit.
AGE (Advanced Glycatin End) yang ditemukan dalam makanan yang dipanggang menjadi pelakunya. Senyawa ini merusak jaringan kulit dan mempercepat penuaan.
Penelitian menunjukkan bahwa AGE yang diserap ke dalam tubuh dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan keriput dan kulit kendur karena kerusakan kolagen dan elastin, di mana keduanya menjaga kesehatan kulit agar tetap tampak muda.
Menurut dokter asal Inggris, Anastacia Calea, AGE merupakan reaksi antara karbohidrat (gula dan zat tepung) dan protein atau lemak pada suhu tinggi.
Dr Calea juga memperingatkan bahwa semakin tinggi suhu pada makanan panggang, maka semakin tinggi tingkat AGE-nya. Makanan yang digoreng atau dipanggang juga memiliki tingkat AGE yang tinggi dibandingkan dengan cara merebus atau mengukus.
Ghiboo.com - BBQ-an (acara panggangan) memang menjadi cara asyik saat berkumpul bersama keluarga atau teman. Sayangnya, makanan yang dibakar justru mempercepat penuaan kulit.
AGE (Advanced Glycatin End) yang ditemukan dalam makanan yang dipanggang menjadi pelakunya. Senyawa ini merusak jaringan kulit dan mempercepat penuaan.
Penelitian menunjukkan bahwa AGE yang diserap ke dalam tubuh dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan keriput dan kulit kendur karena kerusakan kolagen dan elastin, di mana keduanya menjaga kesehatan kulit agar tetap tampak muda.
Menurut dokter asal Inggris, Anastacia Calea, AGE merupakan reaksi antara karbohidrat (gula dan zat tepung) dan protein atau lemak pada suhu tinggi.
Dr Calea juga memperingatkan bahwa semakin tinggi suhu pada makanan panggang, maka semakin tinggi tingkat AGE-nya. Makanan yang digoreng atau dipanggang juga memiliki tingkat AGE yang tinggi dibandingkan dengan cara merebus atau mengukus.
(cinta) Dua Kata yang Wanita Tidak Ingin Dengar dari Mulut Pria
“Tenang dulu.”
Sekilas, dua kata ini memang tidak bermasalah. Dua kata ini bermaksud mengingatkan Anda untuk mengambil napas panjang, relaks, dan berpikir sebelum masalah membesar. Tetapi masalahnya, ketika seorang wanita mendengar dua kata ini terucap dari mulut pria, dampaknya justru beda.
“Pria terbiasa mengambil kendali di suasana tegang sehingga jika wanita marah, mereka mengatakan ‘tenang dulu’ untuk menenangkan — tanpa sadar mereka justru memperburuk situasi,” kata Paul Hokemeyer, konsultan pernikahan di New York. Berikut ini alasan pria tidak boleh mengucapkan “tenang dulu”.
Tidak peduli
Katakanlah, Anda marah karena dia mengundang seorang teman (yang Anda tidak sukai) untuk makan malam, padahal Anda pikir itu adalah makan malam spesial. Atau, Anda berdua sedang berdebat mengenai masalah abadi di hubungan asmara kalian. Menurut Hokemeyer, banya wanita mengartikan kalimat “tenang dulu” sebagai pernyataan bahwa perasaan mereka tidak valid.
Tidak menolong
Ya, Anda marah. Sudah jelas. Jadi dua kata yang menegaskan bahwa Anda marah tidak akan menyelesaikan masalah. Hokemeyer mengatakan “tenang dulu” adalah frase yang tidak menuntaskan persoalan sebab tidak ada orang yang mau disuruh-suruh mengatur perasaannya. Dan apa jadinya bila sedari awal Anda tidak marah? Hmm, dia justru membikin keruh suasana.
Curang
Beberapa pria memang sungguh-sungguh ingin menenangkan Anda, tetapi ada juga yang sengaja menggunakan kalimat “tenang dulu” sebagai taktik manipulatif, bentuk psikologi terbalik ketika mereka merasa kehilangan kendali, kata Hokemeyer, yang menambahkan bahwa ini teknik klasik.
Ketika seorang pria merasa marah dan hilang kendali, dia akan menuduh sang wanita yang marah dan hilang kendali. Ketika si wanita (seperti yang bisa ditebak) merespon dengan naik darah, si pria jadi merasa boleh marah juga.
Jadi, bila pacar atau suami Anda mengatakan “tenang dulu” di saat kalian tengah bertengkar, harus bagaimana? Hokemeyer punya saran mengejutkan: Cukup setujui apa katanya. “Tanggapi dia dengan tenang dan katakan “Ya, aku marah tapi apa yang aku rasakan itu benar.” Lalu sarankan padanya untuk mengakhiri pertengkaran.
Sekilas, dua kata ini memang tidak bermasalah. Dua kata ini bermaksud mengingatkan Anda untuk mengambil napas panjang, relaks, dan berpikir sebelum masalah membesar. Tetapi masalahnya, ketika seorang wanita mendengar dua kata ini terucap dari mulut pria, dampaknya justru beda.
“Pria terbiasa mengambil kendali di suasana tegang sehingga jika wanita marah, mereka mengatakan ‘tenang dulu’ untuk menenangkan — tanpa sadar mereka justru memperburuk situasi,” kata Paul Hokemeyer, konsultan pernikahan di New York. Berikut ini alasan pria tidak boleh mengucapkan “tenang dulu”.
Tidak peduli
Katakanlah, Anda marah karena dia mengundang seorang teman (yang Anda tidak sukai) untuk makan malam, padahal Anda pikir itu adalah makan malam spesial. Atau, Anda berdua sedang berdebat mengenai masalah abadi di hubungan asmara kalian. Menurut Hokemeyer, banya wanita mengartikan kalimat “tenang dulu” sebagai pernyataan bahwa perasaan mereka tidak valid.
Tidak menolong
Ya, Anda marah. Sudah jelas. Jadi dua kata yang menegaskan bahwa Anda marah tidak akan menyelesaikan masalah. Hokemeyer mengatakan “tenang dulu” adalah frase yang tidak menuntaskan persoalan sebab tidak ada orang yang mau disuruh-suruh mengatur perasaannya. Dan apa jadinya bila sedari awal Anda tidak marah? Hmm, dia justru membikin keruh suasana.
Curang
Beberapa pria memang sungguh-sungguh ingin menenangkan Anda, tetapi ada juga yang sengaja menggunakan kalimat “tenang dulu” sebagai taktik manipulatif, bentuk psikologi terbalik ketika mereka merasa kehilangan kendali, kata Hokemeyer, yang menambahkan bahwa ini teknik klasik.
Ketika seorang pria merasa marah dan hilang kendali, dia akan menuduh sang wanita yang marah dan hilang kendali. Ketika si wanita (seperti yang bisa ditebak) merespon dengan naik darah, si pria jadi merasa boleh marah juga.
Jadi, bila pacar atau suami Anda mengatakan “tenang dulu” di saat kalian tengah bertengkar, harus bagaimana? Hokemeyer punya saran mengejutkan: Cukup setujui apa katanya. “Tanggapi dia dengan tenang dan katakan “Ya, aku marah tapi apa yang aku rasakan itu benar.” Lalu sarankan padanya untuk mengakhiri pertengkaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)