Search This Blog

Friday, May 30, 2014

(kesehatan) Waspada, Asma Incar Pencinta Fast Food!

DuniaFitnes.comMenurut penelitian terbaru, konsumsi fast food sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu bisa meningkatkan risiko asma dan eksim. Namun, bila dikonsumsi sambil makan buah dengan frekuensi yang sama ternyata bisa memberikan efek perlindungan.
Waspada, Asma Incar Anak-anak Pencinta Fast Food

Temuan dari penelitian yang dipimpin oleh Profesor Innes Asher dan Philippa Ellwood di Departemen Pediatri, University of Auckland, Selandia Baru, ini tampaknya bisa memiliki implikasi besar bagi kesehatan masyarakat.

Data penelitian ini dikumpulkan pada lebih dari 319.000 remaja (13-14 tahun) dari 51 negara, dan lebih dari 181.000 anak-anak (6-7 tahun) dari 31 negara, demikian yang dilaporkan jurnal Thorax.

Seluruh partisipan ini terlibat dalam International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC), sebuah proyek penelitian kolaboratif yang dipimpin oleh Auckland selama lebih dari 20 tahun dan saat ini sudah melibatkan lebih dari 100 negara dan hampir 2 juta anak, sehingga ini merupakan studi terbesar dari jenisnya.

Dalam penelitian ini, para remaja dan orang tua mereka ditanya tentang prevalensi gejala asma (mengi), rhinoconjunctivitis (pilek atau hidung tersumbat disertai dengan mata gatal dan berair) dan eksim atau eksema, serta pola makan mingguan.

Pola makan ini termasuk asupan daging, ikan, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, sereal, roti dan pasta, nasi, mentega, margarin, kacang, kentang, susu, telur, dan makanan fast food/burger.

Setelah memperhitungkan faktor tersebut, analisis ini menunjukkan bahwa fast food adalah satu-satunya jenis makanan yang terbukti memiliki hubungan dengan risiko terkena penyakit asma di kedua kelompok usia tersebut. (jay)

(anak) Waspada Si Kecil Terjangkit Meningitis

Oleh MeetDoctor.com

Selain cacar air dan campak, ada beberapa jenis penyakit lain yang biasa menjangkiti bayi dan anak-anak, diantaranya pertussis dan meningitis. Meningitis adalah peradangan pada membran yang mengelilingi otak dan syaraf tulang belakang. Gejala meningitis adalah: kejang, demam, sakit kepala, mual dan muntah, dan pada bayi biasanya akan sulit melakukan kontak mata.

Meningitis dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Bacterial meningitis. Disebut juga dengan acute bacterial meningitis. Sesuai dengan namanya, meningitis ini disebabkan oleh masuknya bakteri melalui aliran darah dan mengenai otak ataupun tulang belakang. Bakteri juga bisa menyerang langsung membran sebagai dampak dari penyakit lain seperti sinusitis, infeksi telinga, atau kerusakan tengkorak. Beberapa jenis bakteri penyebabnya ialah:

- Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), yang sering terjadi sebagai dampak dari pneumonia atau sinusitis dan seringkali mengenai bayi.
- Neisseria meningitidis (meningococcus) adalah jenis yang paling mudah menular.
- Haemophilus influenzae (haemophilus), bakteri ini yang paling sering mengenai anak-anak.
- Listeria monocytogenes (listeria) yang banyak terdapat pada lingkungan sekitar termasuk pada tanah, debu dan hewan.

2. Viral meningitis. Meningitis jenis ini lebih sering terjadi dibandingkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Selain gejalanya lebih ringan, penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan lebih mudah dan cepat.

3. Chronic meningitis. Terjadi akibat adanya pertumbuhan organisme yang menyerang membran dan cairan yang mengelilingi otak. Pertumbuhan organisme ini terjadi selama sekitar dua minggu ataupun lebih.

4. Fungal meningitis. Adalah jenis meningitis yang paling jarang terjadi. Meningitis ini biasa mengenai seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak baik, misalnya pada penderita AIDS.


Resiko seseorang mengalami meningitis meningkat jika tidak mendapatkan vaksinasi yang layak, memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, dan banyak bersentuhan dengan hewan. Kalau tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, meningitis bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya seperti buta, tuli, gangguan syaraf secara permanen dan kerusakan otak. Jika saat hamil seorang ibu terinfeksi listeria, bayi yang dilahirkan juga beresiko terinfeksi.

Mengajari anak untuk mengutamakan kebersihan menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mencegah meningitis, misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah menggunakan toilet, setelah mendatangi tempat yang ramai, dan setelah menyentuh hewan. Ajari juga cara mencuci tangan yang benar.

Jaga kekebalan tubuh anak dengan menyajikan makanan bergizi, mendisiplinkan kegiatan olahraga dan jam tidurnya. Adapun contoh vaksin yang bisa diberikan, yaitu vaksin Haemophilus influenzae type b (Hib) atau vaksin Pneumococcal conjugate (PCV7). Nah, buat ibu yang sedang hamil, harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Pastikan makanan dan minuman bersih dan sudah dimasak dengan baik.

(kesehatan) Waspada Bahaya Angin Malam

Oleh Plasadana

Oleh: Marmi Panti Hidayah

Jika kita keluar rumah di malam hari, orangtua sering mewanti-wanti hati-hati pada angin malam. Memangnya apa beda angin malam dan angin siang? Apakah benar ada pengaruhnya pada kesehatan, atau sekadar mitos?

Ahli kesehatan dr. Paisal Zain, M Biomed mengatakan, sebenarnya istilah angin malam tidak dikenal dalam dunia medis. Istilah tersebut digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan angin yang memapar orang-orang yang keluar rumah pada malam hari.

Menurut dia, angin pada malam hari memang mempunyai karakteristik berbeda dengan angin pada siang hari. Angin malam cenderung lebih dingin dan lembap. Faktor itulah yang bisa mencetuskan gangguan kesehatan.

“Selain faktor dingin dan lembap, di malam hari berkeliaran vektor-vektor penyakit seperti nyamuk pembawa bibit penyakit malaria dan penyakit kaki gajah,” jelas alumnus Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia ini.

Tidak hanya itu, lanjutnya, ”orang yang suka keluar malam hari dan tidur larut malam cenderung kurang istirahat. Padahal, tidur malam berperan penting dalam memulihkan kondisi tubuh yang kelelahan sepanjang hari”.

Tidur juga mampu mempertahankan daya tahan tubuh tetap optimal, sehingga mengurangi kerentanan terhadap penyakit. Tapi dalam kondisi kurang istirahat, orang yang terpapar angin pada malam hari dengan sendirinya rawan mengalami gangguan kesehatan.

Dokter Paisal menyebut sejumlah potensi gangguan kesehatan akibat paparan angin malam dan vektor-vektor penyakit:

1. Lebih mudah terkena penyakit malaria dan penyakit kaki gajah, sebab mereka mendapat kesempatan lebih besar digigit nyamuk yang berkeliaran di lingkungan luar.

2. Paparan angin malam juga bisa memperparah kondisi penyakit. “Orang yang menderita bronkhitis atau pneumonia (orang awam sering menyebutnya paru-paru basah), angin malam yang dingin dan lembap akan memperberat gejala. Batuk menjadi lebih berat dan sesak napas,” jelas sang dokter.

3. Angin malam dapat memicu timbulnya serangan asma. Suhu dingin dan lembap di malam hari akan menyebabkan saluran napas menyempit dan memproduksi lendir. Akibatnya udara yang keluar masuk menjadi lebih sulit, dan timbul batuk sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru.

4. Tidak hanya memperparah penyakit paru-paru, angin malam juga mengganggu saluran pernapasan atas. “Pada saluran pernapasan atas, angin malam juga dapat mencetuskan peradangan pada mukosa hidung (rinitis) atau tenggorokan (faringitis) yang gejalanya antara lain batuk pilek dan sakit tenggorokan,” urai dr. Paisal.

5. Paparan angin malam dapat mencetuskan serangan akut pada penderita rematik (gout arthritis). Udara dingin bisa menyebabkan sendi penderita rematik membengkak, merah, dan nyeri.

Cukup banyak risiko penyakit yang timbul. Lalu, apa solusi bagi orang yang suka atau terpaksa keluar pada malam hari? Dokter Paisal mengatakan, bila memang harus keluar rumah, berikut yang harus dipersiapkan:
- Kenakan jaket tebal untuk melindungi tubuh dari terpaan angin pada malam hari.
- Mengenakan helm yang menutup wajah (full face).
- Sebisa mungkin menggunakan mobil sebagai moda transportasi, sehingga tidak terpapar angin malam secara langsung.
- Orang yang keluar malam di daerah banyak nyamuk, disarankan menggunakan lotion anti-nyamuk.

Tuesday, May 27, 2014

(kesehatan) Teratur Mengonsumsi Junk Food Berisiko Terserang Depresi

REPUBLIKA.CO.ID, Hati-hati! Makan junk food secara teratur ternyata dapat membuat orang yang mengkonsumsinya merasa tertekan. Seseorang yang rutin mengkonsumsi junk food berisiko 51 persen lebih mudah terserang depresi dibanding yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Public Health Nutrition menunjukan, makan junk food memiliki dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Penelitian tersebut menerangkan, orang yang rutin mengonsumsi junk food memiliki kecenderungan untuk lebih mudah tertekan.

Sebuah studi menunjukkan orang yang sering makan hamburger, hotdog dan pizza 51 persen lebih mungkin terkena depresi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah makan. Studi tersebut melibatkan hampir sembilan ribu peserta yang sebelumnya didiagnosa belum pernah terserang depresi.

Selain mudah terkena terserang depresi mereka juga cenderung tidak memiliki pasangan, kurang aktif, perokok dan bekerja lebih dari 45 jam seminggu.

(kesehatan) Terapi Asam Cuka Deteksi Kanker Serviks

Oleh Fidelia Depari

Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.


Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.


Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.


Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.


Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.


Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.


"Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA," tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.


Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.


Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.

(kerja) Tentukan Gaji Sendiri Saat Melamar Kerja

Oleh Vista

Oleh: Marmi Panti Hidayah


Ketika melamar kerja, kandidat karyawan akan menghadapi sesi wawancara. Ini bagian yang sangat menentukan, apakah bisa diterima atau tidak setelah mengetahui standar kualifikasinya. Negosiasi gaji ada pada sesi ini. Apa yang mesti dilakukan?

“Dalam proses wawancara, perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan,” kata Ami Siamsidar, Konsultan Psikologi Senior pada Dr Sarlito & Co. Bisa jadi, ada kandidat sangat cerdas atau memiliki kemampuan lebih, tapi justru tidak diterima lantaran melebihi kualifikasi perusahaan.

Permintaan besarnya gaji juga menjadi pertimbangan apakah kandidat ini tepat atau tidak. “Sebab selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ami.

Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. “Di sini biasanya perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada kandidat,” jelasnya.

Perihal gaji ini, kandidat boleh saja menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. “Dengan bahasa standar, pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara. Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan,” katanya.

Justru dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan. Idealnya, lanjut Ami, seorang kandidat (berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki, hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat.

“Kita harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah kisaran,” ujar psikolog yang juga aktivis LSM ini.

Menurut Ami, menentukan standar gaji bagi diri sendiri adalah lebih realistis dibanding berspekulasi atau bermain-main dengan nilai. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja,  referensinya bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. “Itu jauh lebih mudah diterima,” tandasnya.

Kembali lagi, yang paling aman adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. “Di situ kita bisa melihat apakah ancer-ancer yang sudah kita persiapkan jauh di bawah standar atau di atas standar. Jadi kita bisa tahu peluangnya,” jelas Ami.

Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?

Untuk itu, Ami menuturkan, saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih mundur.

“Itu tidak fair, karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang,” jelasnya.

Selain besaran gaji, bisa juga ditanya dengan rileks soal tunjangan yang bakal didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan perusahaan tersebut apa saja.

“Jangan dipukul rata semua perusahaan bisa memberikan tunjangan-tunjangan demikian,” katanya.

Terkait permintaan gaji dan tunjangan ini, Kepala BSI Career Center, Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Heri Kuswara berpendapat, kandidat belum berpengalaman sebaiknya tidak menyampaikan nilai gaji yang diminta.

“Fresh graduate tidak puya nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai menyampaikan nilai gaji yang dinginkan,” kata Heri Kuswara.

Lalu bagaimana jika ada pertanyaan berapa gaji yang diminta? “Jawab saja: Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan,” ujar dosen di BSI ini.

Tetapi biasanya di sini kandidat terjebak karena dipaksa menyebutkan nilai gaji. Di sinilah kandidat perlu mengetahui standardisasi gaji di daerah. Misalnya untuk lulusan SMA di Jabodetabek Rp 1,3 juta ke atas (sesuai UMP), D-3 Rp 1,5 juta ke atas, dan S-1 adalah Rp 1,8 juta ke atas. “Boleh sebut angka minimum atau lebih sedikit di atasnya,” kata dosen yang mengelola lembaga persiapan dan penempatan karier mahasiswa/alumni Kampus BSI.

Kandidat juga perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang memang memberikan gajitinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.

Wednesday, May 21, 2014

(wanita) Sehatnya Punya Payudara Kecil

Oleh Innes

Ghiboo.com - Wanita mana yang tak ingin memiliki bentuk dan ukuran payudara yang indah? Tak ada. Hingga kini, masih banyak wanita yang suka iri dengan bentuk payudara wanita lain yang terlihat lebih montok dan berisi.


Namun, bagi Anda yang memiliki ukuran payudara kecil, jangan bersedih hati. Ternyata ukuran payudara mempengaruhi kesehatan Anda.


Menurut penelitian, wanita yang memiliki payudara kecil memiliki risiko kecil terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang berpayudara besar.


Para peneliti dari Harvard University di Amerika Serikat dan University of Toronto di Kanada melakukan survei terhadap 92. 106 wanita dan menemukan mereka yang memakai cup bra size D atau lebih besar pada usia 20 tahun, memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingnya dengan wanita yang memakai cup bra size A.


Professor Joel Ray percaya bahwa hubungan ini berkaitan dengan bagaimana pertumbuhan payudara selama masa puber (masa remaja).


"Puberitas adalah masa yang ditandai dengan naiknya resistan insulin, sebuah kondisi dimana tubuh tidak tidak bisa menyerap glukosa sebagaimana mestinya yang menyebabkan tingginya kadar gula darah, sehingga memicu diabetes tipe 2," jelasnya, seperti dilansir melalui dailymail, Selasa (17/1).