DuniaFitnes.com
Terkadang saat kita tertidur tengah malam, kita akan terbangun dengan napas tersengal-sengal akibat kesulitan bernapas, dan bahkan sampai membuat kita tersedak dan terbatuk-batuk saat bangun. Inilah yang sering disebut dengan Obstructive Sleep Apnea (OSA).
Waspada,-Sleep-Apnea-Picu-Kematian-Mendadak
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan tertutupnya saluran pernapasan yang dapat menurunkan kadar oksigen tubuh dan meningkatkan tekanan darah.
Sewaktu kita tidur seluruh otot tubuh akan rileks, termasuk pangkal lidah yang akan jatuh ke belakang dan menutup jalan napas. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang sering tidur terlentang. Hal ini juga yang menyebabkan orang tidur mendengkur.
Periode sleep apnea biasanya terjadi selama 10 detik. Jika penghentian napas terjadi lebih dari 10 detik, hal ini bisa mengakibatkan penurunan kadar oksigen sebanyak 4% dalam darah, sehingga secara langsung menyebabkan pengurangan transfer oksigen dan mengganggu fungsi organ tubuh.
Penyebab Sleep Apnea
Berikut beberapa hal yang dapat memicu sleep apnea, di antaranya:
Overweight atau kelebihan berat badan
Tidur terlentang sehingga lidah jatuh dan menutupu saluran napas
Saluran napas yang sempit akibat penumpukan lemak
Amandel yang membesar, dan masih banyak lagi.
Wanita Berisiko Tinggi dibandingkan Pria
Berdasarkan studi yang baru-baru ini dilaporkan secara online dalam Sleep Journal, wanita yang mengalami sleep apnea berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan otak dibandingkan pria yang menderita sleep apnea.
Para peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA) mengamati partisipan yang menderita sleep apnea baik pria maupun wanita. Peneliti memfokuskan penelitian pada perbedaan gangguan otak antara pria dan wanita yang mengalami sleep apnea.
Paul Macey, salah satu peneliti dari UCLA mengatakan bahwa, wanita cenderung mendapat pengaruh yang lebih besar akibat sleep apnea daripada pria. Para wanita berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan otak dibandingkan pria yang memiliki gangguan tidur yang sama.
Secara detail, peneliti menyimpulkan bahwa sleep apnea dapat mempengaruhi bagian otak yang digunakan untuk mengambil keputusan dan mengatur mood. Wanita yang mengalami sleep apnea cenderung menunjukkan tingkat depresi yang lebih tinggi. “ Dokter harus mempertimbangkan bahwa sleep apnea mungkin lebih bermasalah pada wanita dan membutuhkan penanganan ekstra,” tambah Macey.
Dampak Sleep Apnea bagi Kesehatan
Pada dasarnya sleep apnea adalah gangguan tidur biasa, karena hampir setiap orang pernah mengalaminya. Namun, perhatian khusus patut diberikan terhadap gangguan tidur yang satu ini agar tidak berujung pada gangguan kesehatan yang lebih parah.
Pada kasus tertentu, sleep apnea dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel tubuh akibat minimnya kadar oksigen dalam tubuh. jika berlangsung dalam waktu lama, sleep apnea dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, depresi, gagal jantung, hingga kematian mendadak. (dan)
Search This Blog
Friday, August 15, 2014
(cinta) Waspada, Ini Dia Ciri-ciri Pria Temperamental
Oleh Amelia Ayu Kinanti
Siapa sih yang mau menghabiskan sisa hidup bersama pria temperamental? Sayangnya, terkadang sifat temperamental pria tidak tampak di awal hubungan. Supaya tidak sampai salah pilih, ini dia ciri-ciri seseorang yang memiliki emosi tidak stabil.
1. Mudah tersinggung
Tak jarang emosinya terpancing hanya karena masalah sepele. Ia menjadi supersensitif terhadap topik-topik yang menyudutkannya. Misalnya kesalahan kecil yang pernah ia lakukan dan sebagainya.
2. Tak menerima keadaan
Hidup selalu berputar. tak jarang keberuntungan tidak berpihak padanya. namun ia selalu menyangkal hal tersebut. Alih-alih introspeksi diri, ia malah sibuk menyalahkan siapa saja yang bisa ia tunjuk.
3. Cemburu dan mengontrol
Ciri-ciri ini akan mulai terlihat jika hubungan telah lama berjalan. Ia mulai membatasi ruang gerak Anda. Mengontrol seluruh kegiatan, termasuk orang-orang yang berada di lingkungan Anda. Ia pun tak ragu melampiaskan kemarahannya, jika Anda tak mau menuruti kata-katanya.
4. Menuntut hal-hal yang berlebihan
Tak ada manusia yang sempurna, termasuk Anda. Jadi jika pasangan mulai menuntut hal-hal yang berlebihan atau tidak masuk akal, sebaiknya mulai waspada. Ia ingin Anda menjadi wanita sempurna versinya sendiri, tanpa memikirkan perasaan Anda.
Jika pasangan mulai menunjukkan perilaku seperti di atas, sebaiknya mulai waspada. Apalagi, pria temperamental tidak ragu-ragu menyakiti pasangannya secara fisik maupun mental. Jangan sia-siakan hidup Anda, lebih baik berikan cinta Anda pada orang yang lebih berharga.
Siapa sih yang mau menghabiskan sisa hidup bersama pria temperamental? Sayangnya, terkadang sifat temperamental pria tidak tampak di awal hubungan. Supaya tidak sampai salah pilih, ini dia ciri-ciri seseorang yang memiliki emosi tidak stabil.
1. Mudah tersinggung
Tak jarang emosinya terpancing hanya karena masalah sepele. Ia menjadi supersensitif terhadap topik-topik yang menyudutkannya. Misalnya kesalahan kecil yang pernah ia lakukan dan sebagainya.
2. Tak menerima keadaan
Hidup selalu berputar. tak jarang keberuntungan tidak berpihak padanya. namun ia selalu menyangkal hal tersebut. Alih-alih introspeksi diri, ia malah sibuk menyalahkan siapa saja yang bisa ia tunjuk.
3. Cemburu dan mengontrol
Ciri-ciri ini akan mulai terlihat jika hubungan telah lama berjalan. Ia mulai membatasi ruang gerak Anda. Mengontrol seluruh kegiatan, termasuk orang-orang yang berada di lingkungan Anda. Ia pun tak ragu melampiaskan kemarahannya, jika Anda tak mau menuruti kata-katanya.
4. Menuntut hal-hal yang berlebihan
Tak ada manusia yang sempurna, termasuk Anda. Jadi jika pasangan mulai menuntut hal-hal yang berlebihan atau tidak masuk akal, sebaiknya mulai waspada. Ia ingin Anda menjadi wanita sempurna versinya sendiri, tanpa memikirkan perasaan Anda.
Jika pasangan mulai menunjukkan perilaku seperti di atas, sebaiknya mulai waspada. Apalagi, pria temperamental tidak ragu-ragu menyakiti pasangannya secara fisik maupun mental. Jangan sia-siakan hidup Anda, lebih baik berikan cinta Anda pada orang yang lebih berharga.
Thursday, August 14, 2014
(kulit) Ternyata Telepon Itu Penyebab Jerawat
TRIBUNNEWS.COM - Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri. Selain pengobatan, kita perlu mengidentifikasi pemicu munculnya jerawat sebagai langkah pencegahan.
Berikut ini adalah tujuh penyebab munculnya jerawat yang perlu kita ketahui.
Hormon
Jika jerawat muncul setiap bulannya dan secara berkala, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh hormon. Fluktuasi kadar hormon selama siklus menstruasi, adalah pemicu munculnya jerawat.
Stres
Ketika kita merasa stress, jangan hewan jika jerawat tumbuh dalam jumlah besar. Selama mendapatkan tekanan psikologis, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon androgen yang memicu pertumbuhan jerawat.
Telepon
Apakah kita sering menerima panggilan telepon? Telepon sering kotor dan terkontaminasi dengan banyak bakteri. Sering menggunakan telepon dalam waktu yang lama dapat mengiritasi kulit pipi. Efeknya adalah jerawat muncul karena bakteri mudah tumbuh pada pipi yang menempel di ujung telepon.
Krim pelembab
Pastikan krim yang dipakai sehari-hari cocok dengan jenis kulit kita. Menggunakan krim pelembab yang tidak sesuai dengan jenis kulit merupakan pemicu potensial tumbuhnya jerawat dan penyebab peradangan kulit.
Matahari
Sinar matahari dapat membuat kulit menebal. Penebalan ini menyebabkan penyumbatan pori-pori sehingga terbentuklah jerawat.
Kosmetik berpigmen
Kosmetik yang mengandung pigmen warna yang tinggi juga bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Cobalah untuk menggunakan kosmetik mineral dekoratif, karena tidak mengandung pigmen tinggi.
Sabun muka
Fungsi sabun muka adalah membersihkan kotoran dari wajah kita. Namun pada beberapa sabun muka, melekat pada pori-pori dan menyebabkan penyumbatan yang pada akhirnya memicu pertumbuhan jerawat.
Bila kita bisa mencegah timbulnya jerawat, maka muka akan bersih dan kepercayaan diri pun akan hadir kembali.
Berikut ini adalah tujuh penyebab munculnya jerawat yang perlu kita ketahui.
Hormon
Jika jerawat muncul setiap bulannya dan secara berkala, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh hormon. Fluktuasi kadar hormon selama siklus menstruasi, adalah pemicu munculnya jerawat.
Stres
Ketika kita merasa stress, jangan hewan jika jerawat tumbuh dalam jumlah besar. Selama mendapatkan tekanan psikologis, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon androgen yang memicu pertumbuhan jerawat.
Telepon
Apakah kita sering menerima panggilan telepon? Telepon sering kotor dan terkontaminasi dengan banyak bakteri. Sering menggunakan telepon dalam waktu yang lama dapat mengiritasi kulit pipi. Efeknya adalah jerawat muncul karena bakteri mudah tumbuh pada pipi yang menempel di ujung telepon.
Krim pelembab
Pastikan krim yang dipakai sehari-hari cocok dengan jenis kulit kita. Menggunakan krim pelembab yang tidak sesuai dengan jenis kulit merupakan pemicu potensial tumbuhnya jerawat dan penyebab peradangan kulit.
Matahari
Sinar matahari dapat membuat kulit menebal. Penebalan ini menyebabkan penyumbatan pori-pori sehingga terbentuklah jerawat.
Kosmetik berpigmen
Kosmetik yang mengandung pigmen warna yang tinggi juga bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Cobalah untuk menggunakan kosmetik mineral dekoratif, karena tidak mengandung pigmen tinggi.
Sabun muka
Fungsi sabun muka adalah membersihkan kotoran dari wajah kita. Namun pada beberapa sabun muka, melekat pada pori-pori dan menyebabkan penyumbatan yang pada akhirnya memicu pertumbuhan jerawat.
Bila kita bisa mencegah timbulnya jerawat, maka muka akan bersih dan kepercayaan diri pun akan hadir kembali.
(kesehatan) Ternyata Karbohidrat Tak Selalu Sehat
Ghiboo - Karbohidrat berguna sebagai bahan bakar dan cadangan makanan bagi tubuh. Namun, kelebihan karbohidrat dapat membuat tubuh justru menjadi tak sehat.
Ahli nutrisi dari Nutrifood Research Center Astri Kurniati mengatakan, tiga kunci utama sehat antara lain makan sehat dan seimbang, olahraga dan istirahat cukup.
Sayangnya, kebanyakan orang justru berasumsi makanan sehat itu hanyalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebihan, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak dalam tubuh. Akibatnya, risiko obesitas mengancam.
"Di tahun 2011, Indonesia menduduki urutan ke 10 dengan jumlah 7,3 juta penderita obesitas. Perkiraan tahun 2030, Indonesia akan naik ke urutan ke 9 dengan 11,8 juta penderita obesitas," ungkapnya.
Astri menjelaskan bahwa makanan sehat itu harus mencakup karbohidrat, vitamin, protein, lemak dan mineral. Kekurangan salah satu zat penting ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
"Salah satu penyebab mengapa seseorang terkena kanker usus adalah karena kurang makan buah dan sayur. Semua vitamin dan mineral berperan penting bagi metabolisme tubuh," jelasnya.
Astri juga menuturkan salah satu zat penting yang sering diabaikan adalah kalsium. Padahal kalsium ini penting untuk mendukung pertumbuhan tulang.
"Mumpung masih di usia muda, masa keemasan untuk menabung asupan kalsium bagi tubuh. Karena ketika sudah memasuki usia 30 tahunan, tubuh akan mulai menggunakan tabungan kalsium itu untuk mencegah osteoporosis," jelasnya.
Ahli nutrisi dari Nutrifood Research Center Astri Kurniati mengatakan, tiga kunci utama sehat antara lain makan sehat dan seimbang, olahraga dan istirahat cukup.
Sayangnya, kebanyakan orang justru berasumsi makanan sehat itu hanyalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebihan, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak dalam tubuh. Akibatnya, risiko obesitas mengancam.
"Di tahun 2011, Indonesia menduduki urutan ke 10 dengan jumlah 7,3 juta penderita obesitas. Perkiraan tahun 2030, Indonesia akan naik ke urutan ke 9 dengan 11,8 juta penderita obesitas," ungkapnya.
Astri menjelaskan bahwa makanan sehat itu harus mencakup karbohidrat, vitamin, protein, lemak dan mineral. Kekurangan salah satu zat penting ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
"Salah satu penyebab mengapa seseorang terkena kanker usus adalah karena kurang makan buah dan sayur. Semua vitamin dan mineral berperan penting bagi metabolisme tubuh," jelasnya.
Astri juga menuturkan salah satu zat penting yang sering diabaikan adalah kalsium. Padahal kalsium ini penting untuk mendukung pertumbuhan tulang.
"Mumpung masih di usia muda, masa keemasan untuk menabung asupan kalsium bagi tubuh. Karena ketika sudah memasuki usia 30 tahunan, tubuh akan mulai menggunakan tabungan kalsium itu untuk mencegah osteoporosis," jelasnya.
(kulit) Terlihat Lebih Muda Seperti Michelle Pfeiffer
Walau berumur kepala lima, aktris Michelle Pfeiffer tetap terlihat jauh lebih muda dari umurnya. Kerut di wajah seperti hampir tidak terlihat.
Untuk menggapai kulit muda seperti yang dimiliki Michelle, tak perlu sampai melakukan prosedur operasi plastik (risiko besar ada di depan mata!). Dikutip dari She Knows, sebaiknya Anda menggunakan krim anti-aging yang mengandung bahan-bahan di bawah ini.
Tabir surya
Banyak dermatologis menyarankan penggunaan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya ultra violet. Krim anti-aging yang mengandung tabir surya memberikan fungsi ini sekaligus dengan bahan-bahan lainnya.
Antioksidan
Kedua jenis antioksiden paling efektif, vitamin C dan E, terbukti bagus untuk kesehatan kulit. Vitamin C memberikan efek netral untuk radikal bebas di kulit, sementara vitamin E melindungi barier kulit dan lapisan dermis dari bahaya ultra violet.
Retinol
Bahan ini mengandung vitamin A dosis tinggi yang dapat membantu pertumbuhan kulit. Retinol terbukti paling efektif dalam menjaga kulit agar tidak cepat keriput.
Peptides
Zat ini efektif dalam membantu pertumbuhan kulit baru, menstimulasi kolagen dan enzim-enzim antioksidan alami.
Untuk menggapai kulit muda seperti yang dimiliki Michelle, tak perlu sampai melakukan prosedur operasi plastik (risiko besar ada di depan mata!). Dikutip dari She Knows, sebaiknya Anda menggunakan krim anti-aging yang mengandung bahan-bahan di bawah ini.
Tabir surya
Banyak dermatologis menyarankan penggunaan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya ultra violet. Krim anti-aging yang mengandung tabir surya memberikan fungsi ini sekaligus dengan bahan-bahan lainnya.
Antioksidan
Kedua jenis antioksiden paling efektif, vitamin C dan E, terbukti bagus untuk kesehatan kulit. Vitamin C memberikan efek netral untuk radikal bebas di kulit, sementara vitamin E melindungi barier kulit dan lapisan dermis dari bahaya ultra violet.
Retinol
Bahan ini mengandung vitamin A dosis tinggi yang dapat membantu pertumbuhan kulit. Retinol terbukti paling efektif dalam menjaga kulit agar tidak cepat keriput.
Peptides
Zat ini efektif dalam membantu pertumbuhan kulit baru, menstimulasi kolagen dan enzim-enzim antioksidan alami.
Wednesday, August 13, 2014
(anak) Seksisme Ayah Memengaruhi Ambisi Putrinya
Oleh Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience | LiveScience.com
New Orleans — Para ayah yang mempunyai pandangan setara tentang gender — dan yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri — cenderung memiliki putri yang lebih berambisi tinggi di tempat kerja dibandingkan para ayah yang tidak terlalu egaliter, menurut hasil penelitian.
Penelitian tersebut tidak membuktikan perilaku seorang ayah akan berakibat pada keberhasilan kerja putri mereka. Tetapi penelitian itu menunjukkan, para gadis melihat ayah mereka sebagai contoh dari apa yang diharapkan dari para perempuan. Kelakukan ayah juga bisa memengaruhi pilihan permainan putrinya.
"Para ayah yang lebih memikirkan kesetaraan, memiliki anak perempuan yang suka bermain dengan Transformers dan boneka Barbie mereka," kata peneliti Toni Schmander, psikolog di University of British Columbia pada Jumat (18 Januari) dalam pertemuan tahunan Society for Personality and Social Psychology.
Panutan bagi laki-laki dan perempuan
Schmader dan rekan-rekannya tertarik dengan bagaimana stereotipe gender berkembang pada usia muda. Untuk mencari tahu, mereka memberikan kuesioner kepada 196 anak laki-laki usia sekolah dasar dan 167 anak perempuan usia sekolah dasar dan setidaknya setiap orangtua masing-masing anak tersebut untuk bertanya tentang stereotipe gender, perilaku gender, dan bagi orangtua, pembagian pekerjaan rumah tangga.
Mereka menemukan bahwa perempuan, bahkan yang bekerja di luar rumah, menanggung lebih banyak beban pekerjaan rumah daripada laki-laki. Pola tersebut terlihat di sejumlah penelitian sosial dan psikologi dan sangat lazim dikenal dengan nama: "shift kedua," yang berarti pada dasarnya perempuan bekerja sepanjang hari di tempat kerja dan kemudian tetap memprioritaskan pekerjaan di rumah tangga.
Peneliti juga menemukan bahwa para wanita memengaruhi anak-anaknya dalam hal stereotipe gender. Seorang ibu yang membagi peran pria dan perempuan hampir selalu ditiru anak-anak mereka.
Tetapi, dalam ranah tingkah laku yang sesungguhnya, para ayah memainkan peranan penting. Semakin sedikit stereotipe gender yang dimiliki seorang ayah, semakin besar kemungkinan putri mereka mengatakan ingin bekerja di luar rumah sebagai orang dewasa.
Anak perempuan dari laki-laki yang menganut kesetaraan gender cenderung memiliki ketertarikan yang lebih luas dan tidak dibatasi gender — mereka tidak terlalu terikat oleh stereotipe gender yang mengatakan bahwa perempuan hanya bermain rumah-rumahan dan mengenakan pakaian berwarna pink. Mereka bisa bermain dengan mainan "laki-laki" dan mainan "perempuan", kata Schmander.
Perilaku seorang ayah juga penting. Semakin seimbang ayah dan ibu membagi pekerjaan rumah tangga, semakin sedikit stereotipe gender dalam perilaku putri mereka.
Orangtua dan stereotipe gender
Para peneliti belum yakin mengapa anak laki-laki tidak dipengaruhi perilaku ayah seperti yang terjadi pada anak perempuan. Hal itu mungkin terjadi karena anak laki-laki tidak melihat keragaman yang cukup dalam perilaku stereotipe laki-laki, atau perilaku mereka sendiri tidak cukup menggoyahkan perbedaan gender untuk dicatat secara statistik, kata Schmader.
Juga belum jelas mengapa ayah sepertinya lebih berpengaruh akan perilaku dan aspirasi gender putrinya, dibandingkan para ibu yang tidak begitu berpengaruh.
Alasannya, bisa jadi seorang ayah masih dilihat memiliki status yang lebih tinggi di dalam rumah tangga, sehingga anak perempuan lebih cenderung dipengaruhi oleh perilakunya, kata Schmander kepada LiveScience. Mungkin juga anak perempuan melihat ayah mereka sebagai panutan akan tipe pasangan yang akan mereka miliki suatu hari nanti.
"Bukan menjadi panutan seperti apa mereka, tetapi bisa menjadi panutan calon pasangan," kata Schmader. Oleh karena itu, para perempuan mungkin belajar apa yang diharapkan dari seorang perempuan dalam sebuah hubungan dengan melihat ayah mereka.
Schmander mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikan bahwa perilaku ayah bisa berakibat pada tindakan putri mereka. Schmader mengatakan bahwa memungkinkan, memiliki seorang anak perempuan yang menentang stereotipe gender mengubah persepsi sang ayah tentang gender.
New Orleans — Para ayah yang mempunyai pandangan setara tentang gender — dan yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri — cenderung memiliki putri yang lebih berambisi tinggi di tempat kerja dibandingkan para ayah yang tidak terlalu egaliter, menurut hasil penelitian.
Penelitian tersebut tidak membuktikan perilaku seorang ayah akan berakibat pada keberhasilan kerja putri mereka. Tetapi penelitian itu menunjukkan, para gadis melihat ayah mereka sebagai contoh dari apa yang diharapkan dari para perempuan. Kelakukan ayah juga bisa memengaruhi pilihan permainan putrinya.
"Para ayah yang lebih memikirkan kesetaraan, memiliki anak perempuan yang suka bermain dengan Transformers dan boneka Barbie mereka," kata peneliti Toni Schmander, psikolog di University of British Columbia pada Jumat (18 Januari) dalam pertemuan tahunan Society for Personality and Social Psychology.
Panutan bagi laki-laki dan perempuan
Schmader dan rekan-rekannya tertarik dengan bagaimana stereotipe gender berkembang pada usia muda. Untuk mencari tahu, mereka memberikan kuesioner kepada 196 anak laki-laki usia sekolah dasar dan 167 anak perempuan usia sekolah dasar dan setidaknya setiap orangtua masing-masing anak tersebut untuk bertanya tentang stereotipe gender, perilaku gender, dan bagi orangtua, pembagian pekerjaan rumah tangga.
Mereka menemukan bahwa perempuan, bahkan yang bekerja di luar rumah, menanggung lebih banyak beban pekerjaan rumah daripada laki-laki. Pola tersebut terlihat di sejumlah penelitian sosial dan psikologi dan sangat lazim dikenal dengan nama: "shift kedua," yang berarti pada dasarnya perempuan bekerja sepanjang hari di tempat kerja dan kemudian tetap memprioritaskan pekerjaan di rumah tangga.
Peneliti juga menemukan bahwa para wanita memengaruhi anak-anaknya dalam hal stereotipe gender. Seorang ibu yang membagi peran pria dan perempuan hampir selalu ditiru anak-anak mereka.
Tetapi, dalam ranah tingkah laku yang sesungguhnya, para ayah memainkan peranan penting. Semakin sedikit stereotipe gender yang dimiliki seorang ayah, semakin besar kemungkinan putri mereka mengatakan ingin bekerja di luar rumah sebagai orang dewasa.
Anak perempuan dari laki-laki yang menganut kesetaraan gender cenderung memiliki ketertarikan yang lebih luas dan tidak dibatasi gender — mereka tidak terlalu terikat oleh stereotipe gender yang mengatakan bahwa perempuan hanya bermain rumah-rumahan dan mengenakan pakaian berwarna pink. Mereka bisa bermain dengan mainan "laki-laki" dan mainan "perempuan", kata Schmander.
Perilaku seorang ayah juga penting. Semakin seimbang ayah dan ibu membagi pekerjaan rumah tangga, semakin sedikit stereotipe gender dalam perilaku putri mereka.
Orangtua dan stereotipe gender
Para peneliti belum yakin mengapa anak laki-laki tidak dipengaruhi perilaku ayah seperti yang terjadi pada anak perempuan. Hal itu mungkin terjadi karena anak laki-laki tidak melihat keragaman yang cukup dalam perilaku stereotipe laki-laki, atau perilaku mereka sendiri tidak cukup menggoyahkan perbedaan gender untuk dicatat secara statistik, kata Schmader.
Juga belum jelas mengapa ayah sepertinya lebih berpengaruh akan perilaku dan aspirasi gender putrinya, dibandingkan para ibu yang tidak begitu berpengaruh.
Alasannya, bisa jadi seorang ayah masih dilihat memiliki status yang lebih tinggi di dalam rumah tangga, sehingga anak perempuan lebih cenderung dipengaruhi oleh perilakunya, kata Schmander kepada LiveScience. Mungkin juga anak perempuan melihat ayah mereka sebagai panutan akan tipe pasangan yang akan mereka miliki suatu hari nanti.
"Bukan menjadi panutan seperti apa mereka, tetapi bisa menjadi panutan calon pasangan," kata Schmader. Oleh karena itu, para perempuan mungkin belajar apa yang diharapkan dari seorang perempuan dalam sebuah hubungan dengan melihat ayah mereka.
Schmander mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikan bahwa perilaku ayah bisa berakibat pada tindakan putri mereka. Schmader mengatakan bahwa memungkinkan, memiliki seorang anak perempuan yang menentang stereotipe gender mengubah persepsi sang ayah tentang gender.
(seksologi) Seks Sebelum Bertanding, Antara Manfaat dan Mitos
Oleh Plasadana
Oleh: Aditya
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Oleh: Aditya
Panitia Olimpiade London 2012 lalu menyediakan 150 ribu kondom sepanjang kejuaraan sebagai antisipasi kegiatan seks para atlet, ofisial dan penonton.
Memang tak mudah memisahkan seks dengan atlet sebelum melakukan pertandingan. Bahkan dalam istilah Juan Carlos Medina, Koordinator Departemen Olahraga Mexico University, seks membuat para atlet lebih santai. "Secara mental dan fisik memberikan kenyamanan," ujarnya, saat penyelenggaraan Olimpiade 2012 berlangsung.
Bahkan Pele, legenda sepak bola Brasil, kata Medina, tak pernah absen dengan seks sebelum pertandingan. "Dia harus bertemu dengan istrinya. Seks membantunya lebih rileks," tuturnya.
Benarkah demikian?
Bagi Hario Tolarso, dokter olahraga, sebenarnya melakukan seks bagi para atlet sebelum pertandingan, itu hanya faktor kebiasaan dan kultur semata. “Karena itu, baik atau tidaknya tergantung individunya, karena cuma karena faktor kebiasaan. Seperti tim nasional Jerman, boleh membawa istri atau pacarnya saat bertanding. Sedangkan tim nasional Belanda tidak boleh,” kata Hario.
Terkait dengan kegiatan seks yang mampu menghilangkan stres sebelum pertandingan, Hario berpandangan, sebenarnya tidak berpengaruh besar. Semuanya tergantung pada individu. Jadi tidak berlaku umum.
“Bahkan tidak ada efeknya jika melakukan seks sebelum bertanding. Pengaruh psikologi juga tidak ada sama sekali. Itu semua tergantung dari individu masing-masing, jika memang biasa melakukannya mereka melakukannya,” imbuhnya.
Hario juga menjelaskan bahwa di Indonesia sering salah kaprah lantaran melihat kehidupan para atlet di luar negeri yang terkesan bebas. Di sini jika pemain ingin berhubungan seks sebelum bertanding, kemudian pulang ke markas, mungkin tidak jadi masalah.
“Namun biasanya mereka melanjutkan kembali ke klub (malam-red) lalu mabuk-mabukan. Setelah itu mainnya tidak benar. Itu yang jadi masalah,” cetusnya.
Dokter olahraga ini sering menemukan beberapa atlet terkena penyakit kelamin dan harus menyuntikkan obat penawarnya. Hario kembali menjelaskan bahwa berhubungan seks sebelum bertanding juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Khususnya pengaruh terhadap pembakaran kalori.
“Memang ada juga, jika setelah berhubungan seks para pemain mungkin merasa lega dan nyaman. Tapi sebenarnya untuk kesehatan, tidak terlalu berpengaruh, kalori yang dibakar juga sedikit,” urainya.
Di sini dibutuhkan peran pelatih untuk memberi informasi yang benar kepada atletnya mengenai melakukan hubungan seks sebelum bertanding.
Pemain klub Persema Malang dan mantan gelandang timnas Indonesia, Bima Sakti, punya pandangan serupa. Dia mengakui bahwa berhubungan seks sebelum bertanding adalah hal yang lumrah dan merupakan sugesti dari individu masing-masing. “Sah-sah saja kalau mau ‘main’ dulu. Tapi ini, konteksnya seks yang halal dan tetap sesuai dengan tanggung jawab,” katanya.
Bagaimana dengan dirinya sendiri? Bima mengaku bahwa saat ini di klubnya, sebelum bertanding malah dikarantina. Jadi tidak ada kesempatan berhubungan seks.
“Saya pribadi lebih baik berkonsentrasi sebelum bertanding daripada berhubungan seks. Jika ada pemain yang menginginkan berhubungan seks terlebih dahulu sah-sah saja, namun jangan sampai menjadi boomerang buat penampilannya di lapangan,” kata mantan kapten timnas merah putih itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)